Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Ini Dana Penelitian dan Abdimas untuk Perguruan Tinggi

Selasa 28 Jan 2020 14:15 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah / Red: Ratna Puspita

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Bambang mengapresiasi perguruan tinggi swasta yang aktif melakukan penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengumumkan pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPM) 2020. Pada tahun ini, Kemenristek/BRIN mengalokasikan dana sebesar Rp 1,373 triliun untuk riset pada perguruan tinggi dan Rp 89,7 miliar untuk pengabdian masyarakat (abdimas). 

Baca Juga

"Tentunya kita berharap semakin banyaknya universitas yang terlibat dalam penelitian, kompetisi antarmereka juga semakin baik dan kompetisi yang semakin baik itulah kita harapkan perguruan tinggi secara umum juga semakin baik dan juga berkontribusi pada pembangunan nasional," kata Bambang, di Gedung BPPT II, Jakarta Pusat pada Senin (27/1).

Untuk dana riset, Kemenristek mengalokasikannya untuk perguruan tinggi berbadan hukum (PTN-BH) dan non-perguruan tinggi negeri berbadan hukum (non-PTN-BH). Pada akhir pengumuman pendanaan penelitian dan pengabdian masyarakat, Bambang juga mengapresiasi perguruan tinggi swasta (PTS).

"Sejumlah PTS tahun ini secara keseluruhan mendapat proporsi pendanaan 55 persen atau Rp 460 miliar dari total pendanaan riset untuk perguruan tinggi selain PTN-BH," kata Bambang. 

Bambang menyebutkan jumlah judul proposal penelitian yang didanai juga menjadi yang tertinggi, yaitu 1.218 buah. "Perguruan tinggi swasta ini sudah mulai menunjukkan kiprah yang lebih aktif di dalam melakukan penelitian, jadi tidak hanya terbatas pada kegiatan pendidikan, tapi pada penelitian dan juga pengabdian masyarakat," kata dia.

Pendanaan yang yang berasal dari Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) ini diberikan kepada perguruan tinggi yang sudah lolos seleksi. Nama-nama proposal yang lolos diumumkan melalui situs http://simlitabmas.ristekdikti.go.id.

Sebanyak 15 perguruan tinggi dengan proposal terbanyak untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai Kemenristek/BRIN. Adapun, 15 universitas tersebut, yakni Universitas Bosowa (29 judul), Universitas Tadulako (22 judul), Universitas Negeri Makassar (21 judul), Universitas Udayana (20 judul), dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (16 judul). 

Universitas Pendidikan Ganesha (16 judul), Universitas Halu Oleo (15 judul pengabdian kepada masyarakat dengan total pendanaan mencapai Ro 1,2 miliar), Universitas Brawijaya (12 judul), Universitas Jember (12 judul). Universitas Muhammadiyah Magelang (12 judul), Universitas Negeri Medan (12 judul), Universitas Surabaya (12 judul), Politeknik Negeri Jember (11 judul), Universitas Fajar (11 judul), dan Universitas Lampung (11 judul).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA