Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Makam Ki Ageng Pengging Surabaya Berencana Jadi Cagar Budaya

Selasa 28 Jan 2020 07:19 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Pemkot Surabaya

Pemkot Surabaya

da 16 makam yang sudah tercatat di dalam kompleks pemakaman Ki Ageng Pengging

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan renovasi kompleks makam Ki Ageng Pengging yang berada di Jalan Ngagel Nomor 87, Surabaya. Setidaknya ada 28 makam yang ada di dalam kompleks pemakaman yang memiliki luas sekitar 400 meter persegi tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan, untuk langkah awal, kompleks pemakaman tersebut rencananya ditetapkan sebagai cagar budaya.

"Kita sudah bertemu dan berkoordinasi dengan ahli waris atau pemilik persil. Baru mau kita proses ke cagar budaya. Kami baru ketemu ahli warisnya, dan mereka setuju akan hal itu," kata Antiek di Surabaya, Senin (27/1).

Namun demikian, kata Antiek, sebelum kompleks pemakaman itu ditetapkan sebagai cagar budaya, Pemkot Surabaya membutuhkan berkas-berkas sebagai pendukung. Makanya, Disbudpar Kota Surabaya akan terus berkoordinasi dengan ahli waris dan pakar sejarah.

“Kalau dihibahkan kan kita butuh berkas-berkas pendukung untuk kemudian kita jadikan cagar budaya. Kita komunikasikan terus dengan pihak ahli waris,” ujar Antiek.

Setidaknya, kata Antiek, ada 16 makam yang sudah tercatat di dalam kompleks pemakaman tersebut. Yakni, Ki Ageng Pengging, Mbah Endang, Mbah Wali Peking, Mbah Aji Rogo, Mbah Wongso, Mbah Prabu, Mbah Purbo, Mbah Suryo Kuninga, Mbah Boyo, Mbah Ronggo, Mbah Moh. Kojin, Mbah Saleh, Mbah Ibrahim, Mbah Sapu Jagat, Mbah Sigit, dan Mbah Kafal Buntung. Sedangkan sisanya, masih belum diketahui.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA