Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Thursday, 3 Rajab 1441 / 27 February 2020

Agar Produk Dilirik Konsumsen

Senin 27 Jan 2020 20:22 WIB

Rep: Agung Sasongko/ Red: Irwan Kelana

Suasana KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) yang bertajuk ‘Smart Branding: Kiat Mengelola Brand untuk Tingkatkan Profit'.

Suasana KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) yang bertajuk ‘Smart Branding: Kiat Mengelola Brand untuk Tingkatkan Profit'.

Foto: Dok Kagama
Sekadar promosi belum tentu produk itu dilirik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekadar promosi tak otomatis mendongkrak penjualan sebuah brand.  Menurut Silih Agung Wasesa, alumnus Fakultas Psikologi UGM, brand harus dikembangkan secara sistematis.

"Ada enam hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan brand secara sistematis," kata Silih  dalam KAGAMA Inkubasi Bisnis (KIB) yang bertajuk ‘Smart Branding: Kiat Mengelola Brand untuk Tingkatkan Profit, dalam siaran persnya, Senin (27/1).

Silih menjelaskan, keenamnya yaitu:  tentukan target market;  mengetahui influencer pada target market; memahami hot button (dasar konsumen pengambil keputusan); menyusun konten pesan yang akan disampaikan; memahami konteks;  dan memilih channel sebagai media penyampaian pesan.

Silih mencontohkan sepatu merek X yang awalnya tidak begitu laku pada segmen anak SMA, sebab anak SMA tersebut lebih menyukai merek lain.

Dalam situasi seperti ini, kata Silih, pemilik sepatu merek X perlu mengatur strategi untuk mempromosikan produknya.

“Dia bisa mencari orang yang berpengaruh atau influencer, misal ketua OSIS yang hobi olahraga dengan cara di-mention melalui media sosial dan diundang ke outletnya,” jelas Silih.

Si ketua OSIS, lanjut Silih, ditawari untuk membeli sepatu tersebut dengan diskon 30%.  Kualitas sepatu merek X yang bagus dan harganya murah itu, lantas diposting di akun media sosial si Ketua OSIS itu.

“Pemilik sepatu merek X bilang kalau temannya beli sebut nama ketua OSIS dapat diskon 15%. Akhirnya teman-temannya membeli sepatu  brand X itu,  dan yang sebelumnya membeli merek lain beralih membeli merek X,” tutup Silih.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif PP KAGAMA, Hasannudin M. Kholil dalam sambutannya  mengatakan acara ini merupakan program rutin PP KAGAMA. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi alumni UGM, khususnya dalam aspek pengetahuan dan keterampilan bisnis. 

“Kegiatan ini ditujukan untuk alumni UGM yang berminat memulai bisnis atau sudah memiliki usaha dan  ingin memperbesar usahanya,” ujar alumnus FISIPOL UGM ini.

Untuk diketahui, KAGAMA Inkubasi Bisnis  telah diselenggarakan sebanyak enam kali dengan berbagai topik bisnis praktis seperti trading saham, start-up business, HAKI, NLP, dan digital marketing.

KIB seri VII ini fokus membahas kiat mengelola brand untuk tingkatkan profit dan memenangkan persaingan bisnis. 

"Ini berangkat dari pertanyaan banyak orang khususnya para alumni UGM yang baru memulai usaha mengapa produk  dengan kualitas yang hampir sama  tidak begitu laku, atau harganya lebih murah  dibanding brand tertentu. Brand punya kekuatan dan nilainya mahal,” pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA