Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Detektor Neuropati Perifer Diabetes Karya UGM Raih Emas

Selasa 28 Jan 2020 02:06 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Diabetes

Diabetes

Detektor Neuropati Perifer diikutkan dalam kompetisi ISTEC di Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Tim Mahasiswa Universitas Gadjah Mada berhasil meraih medali emas dari International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2020. Kompetisi digelar 13-15 Januari 2020 di Bandung.  

Baca Juga

ISTEC merupakan kompetisi sains, teknologi dan teknik yang diikuti 338 peserta yang terbagi dalam 174 tim dari 14 negara. Digelar Bandung Creative Society berkolaborasi dan Indonesian Young Scientist Association.

Tim UGM terdiri dari Regita Rahma Maharatri (Ilmu Keperawatan FK-KMKk) dan Ilham Fazri (FMIPA). Mereka meraih emas kategori teknologi lewat Spherotec atau Smart Portable Peripheral Neuropathy Diabeticum Screening Tool.

Regita mengatakan, Spherotec merupakan sebuah purwarupa perangkat portabel tersusun dari berbagai sensor dan terhubung ponsel pintar. Fungsi utama alat ini untuk deteksi dini neuropati perifer pada penderita diabetes melitus.

"Selanjutnya akan diklasifikasikan tingkat risikonya dari 0-3 sesuai dengan data International Diabetes Federation (IDF)," kata Regita, Senin (27/1).

Ia menjelaskan, ide pengembangan perangkat ini berawal dari kegelisahannya atas tingginya jumlah penderita diabetes yang terus meningkat tiap tahun. Data IDF mencatat saat ini terdapat 463 juta orang hidup dengan diabetes.

Bahkan, diprediksi jumlahnya akan meningkat hingga 51 persen pada 2045. Ia menerangkan, Diabetic Peripheral Neuropathy merupakan komplikasi yang paling sering dijumpai kepada penderita diabetes.

"Jika tidak dilakukan pemeriksaan secara dini, neuropati perifer ini akan berkembang jadi ulkus kaki dan bisa mengarah ke lower extremity amputation," ujar Regita.

Ia berharap, alat ini menjadi alternatif solusi dalam mencegah terjadinya ulkus kaki diabetikum yang mampu mengarah kepada amputasi. Perangkat ini dilengkapi dengan fitur edukasi sesuai resiko yang terdeteksi.

Regita turut berharap, kehadiran Spherotec bisa membantu mencegah terjadinya peningkatan risiko. Sehingga, diharapkan pula meningkatkan kesadaran dan mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes.

"Harapannya, dengan alat ini dapat dilakukan pemeriksaan secara dini dan mudah, penderita dapat meningkatkan kesadarannya, sehingga amputasi dapat dicegah selain melakukan kontrol gula darah dan perawatan kaki yang baik," ujar Regita.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA