Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Ketika Pemprov Sumbar 'Bermain' dengan Corona

Selasa 28 Jan 2020 15:35 WIB

Red: Joko Sadewo

Friska Yolandha

Friska Yolandha

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Wisatawan China yang datang di Sumbar mendapat penolakan warga karena corona.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Friska Yolandha*

Virus Corona telah menggegerkan dunia. Virus yang dibawa oleh hewan liar itu tertular ke manusia dan dapat menyebabkan sakit paru pneumonia dan Sindrom Pernapasan Akut Berat alias SARS.

Gejala awalnya biasa saja, seperi flu, demam dan diare. Peneliti pun menyebutkan risiko kematian penyakit ini tidak setinggi wabah SARS yang juga sempat menggemparkan dunia pada 2002-2003. Virus corona disebut berbahaya bagi penderita dengan penyakit bawaan.

Wabah ini membuat negara-negara menjadi anti-China. Segala yang berasal dari China harus diperiksa untuk mencegah masuknya virus ke negara tersebut. Virus corona sudah sampai ke Eropa, tepatnya di Prancis, lalu ke Singapura, dan sampai Malaysia.
Di Indonesia, beberapa dugaan muncul, mulai dari Jakarta, Makassar hingga Kota Bandung. Namun, sejauh ini belum ada yang benar-benar didiagnosa terjangkit virus corona.

Di sisi lain, Provinsi Sumatra Barat membuka pintu bagi 150 turis China yang akan berwisata di daerah tersebut. Bahkan, Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Irwan Prayitno sendiri yang menyambut mereka usai melalui skrining suhu tubuh.

Para turis tiba di Bandara Internasional Minangkabau pada Ahad (26/1) sekira pukul 06.24 WIB. Wisatawan asal Kunming, Provinsi Yunnan, China, ini menumpang pesawat Citilink Indonesia dan akan berada di provinsi itu selama lima hari.

Namun baru hari pertama menginjakkan kaki di Sumbar, wisatawan ini terjegal izin warga, tepatnya saat akan berkunjung ke Tanah Datar. Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Tanah Datar Yusrizal mengatakan, penolakan warga ini murni karena alasan keamanan.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan kedatangan para turis sudah sejak lama direncanakan. Mereka sudah melalui prosedur yang sesuai dan pemeriksaan ketat. Sayangnya, mereka datang pada masa yang tidak tepat.

Sedianya, wisatawan akan berkunjung ke Istana Pagaruyung, ke Rumah Dinas Bupati Tanah Datar di Gedung Indo Jolito dengan jamuan makan siang oleh bupati, menyaksikan olahraga tradisional Pacu Jawi, dan ke Danau Singkarak. Namun, semuanya batal.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan, mengingat virus corona dapat menular ke sesama manusia. Apalagi, penyakit ini tidak selalu diikuti dengan gejala-gejala umum.
"Saya secara pribadi risau dengan fakta mengenai virus korona dan kini ada rombongan turis asal China yang datang ke Sumatra Barat. Harusnya pemerintah ingat bagaimana kasus pasien MERS-CoV yang lolos thermal scanner dan tahu-tahu kemudian dinyatakan positif," kata Ahmad Hidayat, seorang warga Padang.

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas itu menjelaskan, Pemerintah China sudah menjelaskan bahwa virus korona terkadang tidak menunjukkan gejala. Oleh karena itu, upaya pencegahan dengan cara menjaga kebersihan pribadi tidak serta-merta menghalangi virus corona menerobos dan menyebar ke pihak lain.

Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah segera memulangkan seluruh turis China ke negeri asalnya. Di tengah kondisi yang penuh ketidakpastian ini, pemulangan adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran, ada atau tidaknya virus terbawa oleh para turis. Mencegah lebih baik daripada virus kadung menyebar.

Saya meyakini, para turis tersebut akan paham dengan kondisi saat ini. Mereka bisa merencanakan kembali menikmati alam Sumatra Barat setelah wabah corona berlalu.
Upaya preventif ini perlu segera dilakukan sebelum ada penolakan lebih jauh dari masyarakat. Jangan demi cuan, kesehatan dan keselamatan masyarakat banyak menjadi taruhan.

Di sisi lain, masyarakat pun diminta untuk tetap menghargai para turis karena belum tentu mereka sebagai pembawa virus. Sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi "adat basandi syara', syara' basandi kitabullah", menghormati tamu adalah sebuah keharusan.

*) penulis adalah jurnalis republika.co.id

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA