Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

RSHS Jelaskan Gejala Suspect Virus Corona

Senin 27 Jan 2020 11:16 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari

Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020).

Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah Virus Corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020).

Foto: Antara/Novrian Arbi
Suspect virus corona memiliki gejala seperti influenza.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) menjelaskan tentang gejala-gejala awal yang dirasakan apabila seseorang suspect terkena virus corona. Beberapa di antaranya gejala yang akan terasa yaitu mengalami demam, sesak dan batuk serta memiliki riwayat bepergian ke negara China.

"Suspect itu kalau yang oleh WHO adalah adanya suatu tanda gejala seperti influenza. Jadi ada demam lebih dari 38 derajat celcius, dan ada batuk dan sesak nafas," ujar dr Anggraini Alam saat konperensi pers di RSHS, Senin (27/1).

Menurutnya, jika seseorang mengalami gejala tersebut dan sebelumnya memiliki riwayat bepergian dari China khususnya Wuhan maka bisa disebut suspect virus Corona. Ia mengatakan jika terdapat pasien dengan gejala infeksi saluran pernapasan bawah dan mengalami perburukan namun tidak diketahui penyebab lain maka harus diperiksa terkait virus corona.

"Jadi kita harus observasi juga apabila tidak ditemukan penyebab lain, harus periksakan juga. Kita masih observasi (dua pasien)," ujarnya.

Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) tengah melakukan observasi terhadap dua pasien laki-laki asal China dan Kota Bandung yang diduga terpapar oleh virus Corona. Saat ini, pasien asal China berinisial HG (35) didiagnosa terkena infeksi saluran pernapasan akut bagian atas sedangkan pasien asal Bandung berinisial HA (24) didiagnosa terkena infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah.

Direktur Utama RSHS, Nina Susana Dewi mengatakan pasien asal China berinisial HG masuk ke RSHS menggunakan ambulan khusus pengantar infeksi melalui belakang gedung dan tidak melalui dalam gedung RSHS. Menurutnya, HG dan HA sudah masuk ke ruang isolasi khusus Kemuning.

"Bukan (corona), kalau corona itu jadinya diagnosa terkonfirmasi itu setelah dari Litbangkes keluar hasil," katanya.

Ia mengatakan pihaknya sudah mengirimkan sampel dari kedua pasien ke Litbang Kesehatan Kemenkes untuk diperiksa. Menurutnya, pihaknya memperkirakan hasilnya akan keluar dalam waktu satu hari.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA