Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Tak Ada Turis China di Sumbar Terindikasi Virus Corona

Ahad 26 Jan 2020 13:43 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Ratna Puspita

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Sumbar Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau memantau penumpang internasional yang masuk ke BIM untuk mengantisipasi masuknya virus corona, Jumat (24/1).

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Sumbar Wilayah Kerja Bandara Internasional Minangkabau memantau penumpang internasional yang masuk ke BIM untuk mengantisipasi masuknya virus corona, Jumat (24/1).

Foto: Republika/Febrian Fachri
Sebanyak 150 orang turis asal Kunming, China, tiba di Sumbar Ahad (26/1) hari ini.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang Jalil Alfani mengatakan tidak ada satu pun turis asal China yang terindikasi terjangkit virus corona. Kesimpulan itu berdasarkan hasil pemantauan dan pemeriksaan timnya di Bandara Internasional Minangkabau terhadap sebanyak 150 orang anggota rombongan turis asal Kunming, China, Ahad (26/1) hari ini.

Baca Juga

Jalil menyebut tidak ada anggota rombongan yang kedapatan dengan kondisi tubuh 38 derjar celcius ke atas dari hasil pengecekan alat thermo scanner. "Hasil pemeriksaan tim KKP hari ini, nihil. Alhamdulillah tak ada yang terjangkit virus corona," kata Jalil, Ahad. 

Jalil menyebut rata-rata suhu tubuh anggota rombongan turis asal Cina yang masuk ke Sumbar hari ini berkisar di angka 33-34 derajat celcius. Angka tersebut menunjukkan suhu tubuh normal orang sehat. 

Setelah melakukan pengecekan di bandara, pemantauan sebagai antisipasi masuknya virus corona diserahkan ke pemerintah kabupaten dan kota sebagai tempat-tempat yang dikunjungi para rombongan wisatawan ini. Rombongan yang menggunakan jasa PT Coco's Tour ini akan berkunjung ke Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang.

Mereka akan berkunjung selama lebih kurang lima hari. "Pengawasan selanjutnya, kami serahkan ke Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten dan kota," ucap Jalil.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA