Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Musim Durian Badui, Ekonomi Warga Lebak Menggeliat

Senin 27 Jan 2020 03:30 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Durian. Ekonomi warga Lebak, Banten bergeliat menyusul musim panen durian badui.

Durian. Ekonomi warga Lebak, Banten bergeliat menyusul musim panen durian badui.

Foto: Republika/ Wihdan
Musim panen durian badui berlangsung dari bulan Januari hingga Februari.

REPUBLIKA.CO.ID, LEBAK -- Durian badui yang kini memadati kios pedagang di Kabupaten Lebak telah mendongkrak ekonomi masyarakat. Pemilik kebun durian, pemetik buah, buruh panggul, pengemudi, hingga pedagang pengecer kecipratan rezeki musim durian.

"Kami terus mendorong petani Badui agar mengembangkan perluasan tanaman durian dan juga meningkatkan kualitasnya," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak Dede Supriatna di Lebak, Ahad.

Petani Badui saat ini memasok buah durian ke sejumlah pedagang pengecer di Rangkasbitung dan sekitarnya. Masa panen durian berlangsung pada Januari sampai Februari.

Selain itu ke Rangkasbitung, durian juga dipasok ke berbagai daerah di Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat dengan menggunakan angkutan truk. Perguliran uang hasil penjualan buah durian, menurut Dede, menyumbangkan pendapatan ekonomi cukup besar.

Baca Juga

Selama ini, kelebihan durian badui memiliki kualitas dan tidak kalah dengan durian montong atau hepe. Buah durian badui khas dengan buahnya yang tebal dan warna putih, beraroma, dan rasanya cukup manis.

Dede mengatakan, durian badui harganya relatif terjangkau, yakni antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu per buah. Ia mengungkapkan, satu pohon durian bisa menghasilkan antara 500 sampai 800 buah.

"Kami optimistis ke depan buah durian bisa menembus pasar ekspor," kata Dede.

Rohim, seorang pedagang pengecer durian di Jalan Gang Kibun Rangkasbitung, mengaku bahwa bisa menyerap tenaga kerja hingga 50 orang selama musim panen. Pendapatan  harian mereka sekitar Rp 120 ribu.

"Kami hari ini menerima buah durian badui sebanyak dua mobil pickup senilai Rp 120 juta," katanya.

Berdasarkan pantauan, sejumlah ruas jalan di Kota Rangkasbitung dipadati pedagang buah durian badui. Pedagang durian menyebar Jalan Multatuli, RA Kartini, IR Juanda, Swatantra, Stasiun, Lingkar Selatan dan sekitarnya.

"Kami merasa senang jika musim durian bisa berjualan dan bisa mendapatkan pendapatan bagi keluarga," kata Pepen, seorang pedagang durian di Jalan RA Kartini hingga omzet mencapai Rp 20 juta per hari.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA