Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Sabtu, 5 Rajab 1441 / 29 Februari 2020

Diguyur Hujan Lebat, Jembatan di Kuningan Ambruk

Ahad 26 Jan 2020 11:07 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi jembatan ambruk. Hujan lebat selama tiga jam membuat jembatan Cijuray di Dusun Seming, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, ambruk, Sabtu (25/1) sekitar pukul 14.30 WIB.

Ilustrasi jembatan ambruk. Hujan lebat selama tiga jam membuat jembatan Cijuray di Dusun Seming, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, ambruk, Sabtu (25/1) sekitar pukul 14.30 WIB.

Foto: Antara/Syifa Yulinnas
Jembatan tersebut menjadi akses utama masyarakat untuk bepergian.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Hujan lebat selama tiga jam membuat jembatan Cijuray di Dusun Seming, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, ambruk, Sabtu (25/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Ambruknya jembatan itu membuat warga harus memutar jalan dengan jarak belasan kilometer.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Agus Mauludin, menjelaskan, jembatan Cijuray merupakan penghubung Dusun Seming, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru dengan Desa Sukasari, Kecamatan Karangkancana. Selama ini, jembatan Cijurey menjadi akses utama bagi 494 jiwa atau 156 kepala keluarga (KK) di Dusun Seming Desa Baok untuk menuju Desa Sukasari. Jembatan itu berukuran panjang 16 meter, tinggi 12 meter dan lebar empat meter.

"Karena jembatannya ambruk, akses masyarakat Dusun Seming Desa Baok menuju Desa Sukasarai jadi tidak bisa dilalui," kata Agus, Ahad (26/1).

Menurut Agus, ambruknya jembatan Cijurey bermula dari hujan dengan intensitas lebat pada Sabtu (25/1) mulai pukul 12.00 WIB sampai 15.00 WIB. Tingginya intensitas hujan itu membuat sungai Cijurey yang ada di bawahnya meluap dan menggerus jembatan hingga ambruk sepanjang sepuluh meter.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," ujar Agus.

Namun, lanjut Agus, masyarakat Dusun Seming, Desa Baok, Kecamatan Ciwaru yang hendak menuju ke Desa Sukasari, Kecamatan Karangkancana, harus memutar jalan. Mereka memiliki pilihan untuk melalui rute Baok – Ciwaru - Karangkancana – Sukasari dengan jarak 19 kilometer atau rute Baok – Luragung – Cileuya – Sukasari dengan jarak 16 kilometer. Padahal, jika melalui jembatan Cijurey, masyarakat Dusun Seming Desa Baok yang hendak menuju Desa Sukasari, cukup menempuh jarak tiga kilometer. Jika menggunakan kendaraan, maka waktu tempuhnya hanya sekitar 15 menit.

Setelah peristiwa itu terjadi, BPBD Kabupaten Kuningan telah melakukan assesment ke lokasi. BPBD bersama warga, aparat desa, TNI dan Polri pun telah melakukan pemasangan rambu-rambu dilarang melintas.

"Dengan adanya kejadian ini, warga sangat membutuhkan jembatan darurat," kata Agus.

Sementara itu, hujan dengan intensitas yang lebat pada hari dan waktu yang sama juga telah menyebabkan tembok penahan tanggul (TPT) irigasi di Dusun Manis, RT 07 RW 03, Desa Andamui, Kecamatan Ciwaru, Kabupaten Kuningan, longsor, Sabtu (25/1) sekitar pukul 13.30 WIB. Longsornya TPT irigasi yang memiliki panjang sepuluh meter, tinggi 3,5 meter dan lebar satu meter itu mengakibatkan saluran irigasi menjadi jebol.

"Dampaknya, saluran air pertanian menjadi terganggu," tutur Agus.

Agus mengatakan, hujan lebat membuat TPT saluran irigasi tergerus luapan air sungai Cijurey. Pihaknya telah berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk mengatasi kondisi tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA