Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Kapolres Sukabumi: Bentrok Dua Ormas Dipicu Hal Sepele

Ahad 26 Jan 2020 04:33 WIB

Red: Andri Saubani

Polres Sukabumi Kota mengelar keterangan pers terkait penangkapan tiga orang tersangka pelaku penganiayaan pasca bentrok ormas di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/1).

Polres Sukabumi Kota mengelar keterangan pers terkait penangkapan tiga orang tersangka pelaku penganiayaan pasca bentrok ormas di Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/1).

Foto: Riga Nurul Iman/Republika
Polres Sukabumi Kota telah menetapkan tiga tersangka bentrok ormas.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo mengatakan, terjadinya bentrokan antara dua organisasi masyarakat (ormas) di Kampung Santong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dipicu oleh hal sepele. Yakni, kesalahpahaman.

"Kelompok korban dan pelaku sempat cekcok mulut karena adanya kesalahpahaman dan berbuntut kepada pembacokan yang dilakukan tiga tersangka terhadap tiga korban," kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Wisnu Prabowo di Sukabumi, Sabtu (25/1).

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan terhadap tiga pelaku yakni RT alias T (25), DF alias H (29), dan RM alias E (25) atas penganiayaan yang dilakukannya di Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang karena tersinggung ucapan korban M (30), Y (26), dan H (34). Akibat dari perkelahian ini bentrokan menjadi meluas, di mana ratusan anggota ormas yang merupakan rekan ketiga korban melakukan aksi balas dendam dengan melakukan penyerangan terhadap sekretariat atau posko ormas yang menaungi ketiga pelaku pada Jumat (24/1) dan berlanjut hingga Sabtu (25/1).

Petugas gabungan dari Polres Sukabumi Kota, Polres Sukabumi, Polres Cianjur,dan Polda Jabar langsung mengantisipasi dengan melakukan penyekatan di jalur-jalur perbatasan serta pengamanan di beberapa titik. Sehingga, kubu dari dua ormas tersebut tidak saling bertemu.

Meskipun sempat terjadi aksi saling lempar batu, dengan sigap petugas gabungan meredamnya dan satu persatu anggota dua ormas tersebut membubarkan diri dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Kapolda Jabar Irjen Rudi Sufahriadi pun turun tangan untuk memantau situasi dan mengimbau kepada dua ormas agar membubarkan diri. Personel bersenjata lengkap pun diterjunkan untuk mencegah bentrokan berulang.

"Ketiga pelaku ini kami serahkan kepada Polda Jabar untuk ditindaklanjuti dan kami mengimbau kepada dua kubu ormas agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi," katanya.

Wisnu mengatakan ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun dan Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA