Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Dua Turis China di Bali Negatif Virus Corona

Sabtu 25 Jan 2020 18:06 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Virus Corona. Dua turis China yang masih anak-anak dinyatakan negatif virus corona.

Virus Corona. Dua turis China yang masih anak-anak dinyatakan negatif virus corona.

Foto: EPA-EFE/CDC
Dua turis China yang masih anak-anak dinyatakan negatif virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Dua turis China berinisial YM (6) dan QCM (3,7) dinyatakan negatif virus corona. Mereka sebelumnya sempat dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar namun kini sudah diperbolehkan pulang.

"Semua hasil laboratorium negatif. Keduanya pulang hari ini sekitar pukul 15.00 WITA dan kondisinya sudah sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Ketut Suarjaya usai dihubungi di Denpasar, Sabtu.

Ia mengatakan kedua turis asing yang masih anak-anak asal Shandong, China ini sudah keluar dari Rumah Sakit pada Sabtu (25/1). Mereka akan kembali ke negaranya. "Untuk pembiayaannya ditanggung sendiri oleh masing-masing pasien," kata Ketut.

Selain itu, wisatawan berinisial EFC asal Meksiko (39) juga dinyatakan negatif virus corona dan sudah diperbolehkan pulang lebih dulu pada Jumat (24/1). Sebelumnya Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, I Ketut Sudartana, mengatakan bahwa ada tiga pasien yang merupakan wisatawan asing dibawa ke RSUP Sanglah yang diduga (suspect) terjangkit virus corona.

Ketiga turis asing tersebut diperiksa rongga hidung dan tenggorokannya. Setelah diperiksa langsung dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Jakarta.

"Satu pasien dari Meksiko ini memang sebelumnya dia lama di China kemudian dia ke Filipina lalu ke Jakarta dan sejak seminggu lalu ada di Bali. Dia keluhannya panas. Ada yang dirujuk dari RS BIMC dan ada juga yang datang sendiri ke Sanglah," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA