Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Gunung Merapi Mengalami Tiga Kali Gempa Guguran

Sabtu 25 Jan 2020 17:02 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Gunung Merapi terlihat jelas dari kawasan Bukit Klangon, Sleman, Yogyakarta (ilustrasi)

Gunung Merapi terlihat jelas dari kawasan Bukit Klangon, Sleman, Yogyakarta (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Tiga gempa guguran itu memiliki amplitudo 3-10 mm dan berlangsung 13.9-60.6 detik.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah mengalami tiga kali gempa guguran selama periode pengamatan Sabtu (25/1), mulai pukul 06.00 hingga 12.00 WIB.

Baca Juga

Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resmi di Yogyakarta, Sabtu menyebutkan tiga gempa guguran itu memiliki amplitudo 3-10 mm dan berlangsung 13.9-60.6 detik. Selain gempa guguran, Gunung Merapi juga mengalami satu kali gempa hybrid atau gempa fase banyak dengan amplitudo 5 mm selama 9 detik, dan dua kali gempa hembusan beramplitudo 2-3 mm, dengan durasi 13.5-13.9 detik.

Berdasarkan pengamatan visual, asap kawah Merapi tidak teramati. Sedangkan angin di gunung bertiup lemah ke arah utara dan barat. Suhu udara tercatat 19.5-31.8 derajat celsius dengan kelembaban udara 17-76 persen dan tekanan udara 628.5-708.6 mmHg.

BPPTKG tidak mencatat adanya guguran lava yang terpantau secara visual pada periode pengamatan itu. Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai meletusnya Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG. "Atau bisa juga melalui media sosial BPPTKG," ungkap Hanik Humaida.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA