Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

BNPB akan Rekomendasikan Upaya Mitigasi Gempa Maluku

Sabtu 25 Jan 2020 14:01 WIB

Red: Esthi Maharani

Bangunan yang rusak akibat gempa bumi di wilayah Liang Ambon, Maluku, Jumat (27/9/2019).

Bangunan yang rusak akibat gempa bumi di wilayah Liang Ambon, Maluku, Jumat (27/9/2019).

Foto: dok. Humas BNPB
Telah ditemukannya zona duga sesar baru penyebab terjadinya gempa Maluku

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menyampaikan rekomendasi terkait upaya mitigasi menyusul ditemukannya zona duga sesar baru penyebab terjadinya gempa yang mengguncang tiga wilayah di Provinsi Maluku pada 26 September 2019.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Abdul Muhari, menyatakan, pemerintah akan menyiapkan langkah-langkah mitigasi menyusul hasil temuan zona duga sesar baru berdasarkan hasil pemantauan dan analisa yang dilakukan pihaknya bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan BMKG.

"Dalam waktu dekat BNPB akan menyampaikan hasil kajian ini secara resmi beserta rekomendasinya untuk masing-masing kabupaten/kota yang diperhitungkan masuk dalam kawasan zona duga sesar tersebut," katanya.

Rekomendasi yang disampaikan bersifat spesifik kewilayahan dengan memperhitungkan karakteristik masing-masing daerah, seperti keterpaparan penduduk dan infrastruktur agar dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan rencana detail tata ruang wilayah dan perencanaan pembangunan daerah lainnya.

Secara umum rekomendasi upaya mitigasi terdiri dari dua komponen yakni informasi keterpaparan jiwa dan infrastruktur, serta rekomendasi penguatan bangunan dan peningkatan ketangguhan masyarakat.

"Dengan memahami kaidah bahwa 'bukan gempanya tetapi bangunannya', maka data mengenai ketahanan bangunan sangat memiliki peran penting dalam upaya meminimalisasi jumlah korban jiwa saat terjadi gempa.

Dengan basis data kondisi bangunan yang lengkap, maka upaya-upaya mitigasi berbasis masyarakat dapat dilakukan untuk meningkatkan kekuatan bangunan tersebut.

Guna mendukung upaya ini, BNPB telah menyiapkan fitur Assessmen Cepat Bangunan Sederhana (ACeBS) pada aplikasi InaRisk Personal yang dapat diakses melalui ponsel pintar berbasis Android dan iOS. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat menilai kondisi bangunan tempat tinggalnya masing-masing.


sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA