Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selasa, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 Februari 2020

Selama 3 Semester Mahasiswa Boleh Belajar di Luar Prodi

Jumat 24 Jan 2020 19:11 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Mendikbud Nadiem Makarim keluarkan kebijakan Kampus Merdeka, sejumlah aturan diubah. Foto:Kuliah /ilustrasi

Mendikbud Nadiem Makarim keluarkan kebijakan Kampus Merdeka, sejumlah aturan diubah. Foto:Kuliah /ilustrasi

Foto: http://dakharipsyc.com/
Mendikbud Nadiem Makarim keluarkan kebijakan Kampus Merdeka, sejumlah aturan diubah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memberikan kebebasan tiga semester bagi mahasiswa yang ingin mencoba hal baru. Hal baru yang dimaksud adalah diperbolehkan mengajukan permohonan magang atau praktik kerja, penelitian, mengajar di sekolah, bisa penelitian, studi/proyek independen, pertukaran pelajar, wirausaha, atau proyek desa.

Nadiem menjelaskan, dari tiga semester tersebut dua semester boleh digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan kegiatan di luar kampus. Sementara satu semester lainnya boleh digunakan untuk mengambil mata kuliah di luar program studi yang ditempuh mahasiswa.

Pihak kampus pun harus memberikan jaminan hak kepada mahasiswa untuk dapat melakukan dua hal tersebut. Namun, hal ini tidak wajib. Bagi mahasiswa yang merasa membutuhkannya maka diperbolehkan untuk mengajukan.

"Dari 8 semester total mahasiswa menempuh kuliah, kami sebagai kementerian membuat kebijakan untuk perguruan tinggi, tiga semester dari delapan semster itu bebas di luar prodi. Ini tidak memaksa. Tidak dipaksakan, ini menjadi opsi bagi mahasiswa," kata Nadiem, dalam konferensi pers kebijakan Kampus Merdeka, di Kantor Kemendikbud, Jumat (24/1).

Nadiem berpendapat, selama ini pendidikan tinggi kurang memberikan kesempatan mahasiswa untuk bergerak secara bebas. Ia menganalogikan dunia selepas lulus kuliah sebagai lautan lepas. Pendidikan tinggi Indonesia selama ini hanya mengajarkan mahasiswanya berenang di dalam kolam renang.

Di dalam analoginya, ia mengatakan juga hal yang diajarkan kepada mahasiswa hanyalah satu gaya berenang. Sementara, ada gaya-gaya renang lainnya yang juga bisa digunakan untuk berenang di lautan lepas. "Kita ingin mengubah program S1 itu, dia belajar berbagai ilmu dan jangan cuma berenang di kolam renang karena kondisi laut itu sangat bervariatif," kata Nadiem.

Ia menjelaskan, pada masa kini sangat sedikit profesi yang hanya menggunakan satu rumpun ilmu. Sebagian besar profesi di dunia nyata, kata Nadiem, membutuhkan kombinasi dari berbagai disiplin ilmu. Oleh sebab itu, penting bagi mahasiswa untuk mendapatkan ilmu-ilmu tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA