Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Menerawang Masa Depan PAN

Jumat 24 Jan 2020 15:34 WIB

Red: Hasanul Rizqa

Logo Partai Amanat Nasional (PAN)

Logo Partai Amanat Nasional (PAN)

Foto: Republika
Masa depan PAN mungkin dipengaruhi lima faktor ini.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Bambang Wahyu Nugroho *)

Di dalam sistem demokrasi, partai politik (parpol) menjadi infrastruktur penting untuk mengelola kontestasi, menggalang partisipasi, serta memoderasi konflik politik.

Di Indonesia, Partai Amanat Nasional (PAN) adalah salah satu parpol yang telah bergulat dengan tiga urusan itu sejak Reformasi 1998. Namun, setelah mengikuti lima kali pemilihan umum (pemilu), perolehan PAN cenderung stabil dan selalu menduduki posisi partai papan-tengah. Itu dengan perolehan suara DPR-RI antara enam sampai dengan tujuh persen.

Menjelang Kongres di Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Februari 2020, selayaknya para politikus PAN semakin serius memikirkan perkara-perkara yang dapat memengaruhi masa depan PAN. Terlebih lagi, jika isu kenaikan electoral treshold menjadi tujuh persen untuk Pemilu 2024 mewujud kenyataan.

PAN dalam dinamika

Isu paling panas menjelang Kongres adalah soal siapa yang akan menakhodai PAN ke depan. Sebab, ketua umum dipandang sebagai etalase dan simbol sebuah parpol walaupun selama tokoh pendirinya masih eksis. Eksistensi kelembagaan parpol memang masih mudah tersubordinasi oleh ketokohan sang pendiri.

Dalam dinamika parpol di Indonesia, Megawati, Prabowo, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Surya Paloh, merupakan pendiri yang memegang tiga sumber kekuasaan: jabatan ketua umum, pengaruh politik, dan sumber daya partai.

Dalam hal ini, sebagai partai reformasi, PAN justru melawan kecenderungan sentralisasi kekuasaan tersebut.

Amien Rais, sebagai pendiri PAN, sejak 2005 sudah tidak menjadi ketua umum. Sekalipun harus diakui, pengaruhnya masih sangat besar. Hal ini melahirkan dinamika tersendiri sebagaimana menghangatnya perselisihan antara Amien Rais dan Ketua Umum Zulkifli Hasan menjelang Kongres 2020. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA