Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

Tuesday, 1 Rajab 1441 / 25 February 2020

2.490 Hektare Sawah di Aceh Besar Terancam Gagal Panen

Kamis 23 Jan 2020 20:48 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sawah terancam gagal panen di Aceh Besar akibat hujan yang minim turun. Foto ilustrasi sawah kering.

Sawah terancam gagal panen di Aceh Besar akibat hujan yang minim turun. Foto ilustrasi sawah kering.

Foto: bharatanews
Sawah terancam gagal panen di Aceh Besar akibat hujan yang minim turun.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH— Areal persawahan di wilayahnya seluas 2.490 hektare diperkirakan terancam gagal panen, akibat kekeringan. "(Seluas) 2.490 hektare yang sudah diprediksikan gagal panen," kata Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, usai shalat minta hujan (istisqa) di Desa Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (23/1).

Baca Juga

Dia menyebutkan Aceh Besar memiliki lahan pertanian dengan luas sekitar 29 ribu hektare. Ketersediaan sejumlah irigasi di kabupaten itu belum maksimal untuk mengaliri air ke areal persawahan, bahkan kondisi debit air irigasi juga berkurang karena tidak hujan.

Oleh karena itu, pemerintah akan melakukan beberapa upaya untuk mengatasi kekeringan tersebut. Pemerintah telah memperbaiki irigasi yang tidak bisa mengaliri air ke sawah karena rusak sarana alirannya.

"Tapi karena debitnya kurang, airnya kurang, sumbernya kurang, areal kita kering, itu membuat waduk-waduk kita levelnya turun, jadi debitnya tentu akan menurun," katanya.

Kemudian, kata Mawardi, pemerintah juga mengupayakan pompanisasi pengairan sawah dari beberapa sumber-sumber yang ada, namun kondisinya juga sudah sangat terbatas sehingga diprediksikan beberapa hektar sawah akan gagal panen di Aceh Besar.

"Oleh karenanya hari ini kita melaksanakan shalat minta hujan (istisqa), mudah-mudahan dengan melakukan shalat ini bisa turun hujan untuk mengantisipasi kekeringan bisa teratasi," katanya.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA