Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Peluang Pesantren dalam Entaskan Kemiskinan di Mata Wapres

Kamis 23 Jan 2020 19:42 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nashih Nashrullah

Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Santri Digital Fest dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (Rakernas IPPNU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Kamis (23/1).

Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Santri Digital Fest dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (Rakernas IPPNU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang, Kamis (23/1).

Foto: Dok Setwapres
Wapres mendorong pesantren sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG—  Wakil Presiden, RI KH Ma’ruf Amin, mendorong santri dan pesantren turut berkontribusi aktif menekan angka kemiskinan di masyarakat dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan. 

Baca Juga

“Saya harapkan dapat menciptakan kemandirian umat melalui santri, masyarakat, dan pesantren itu sendiri agar memajukan kemandirian ekonomi, sosial, dan memacu perkembangan skill teknologi dan skill pemasaran melalui pendekatan kratif, inovatif, dan strategis,” kata Wapres saat membuka Rakernas Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) dan Gelar Karya Santri Nusantara, Santri Digital Fest, di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (24/1/2020).   

Dalam konteks inilah, menurut Wapres, tema Rakernas IPPNU “Santri Goes beyond Digital Society” dinilai tepat. Bagaimanapun kemampuan pelajar dan santri harus ditingkatkan. Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam tatanan masyarakat di segala lini meliputi antara lain ekonomi, budaya, dan sosial. 

Ma'ruf ingin agar pesantren ikut mengambil celah pembiayaan mikro masyarakat yang tidak bisa diambil bank wakaf dengan bank syariah/konvensional. "Saya mengharapkan pesantren juga melahirkan produk-produk dan juga menjadi pusat pembiayaan dalam rangka memberdayakan ekonomi masyarakat," kata Ma'ruf. 

Dia mengatakan, adanya pembiayaan Bank Wakaf Mikro saat ini baru melayani maksimal sebesar Rp 3 juta, sementara pembiayaan bank syariah atau konvensional minimal dengan Rp 25 juta. 

"Karena itu saya sudah bicara dengan Pak Teten, kita harus usahakan di pesantren juga basisnya dari 4-10 juta bahkan sampai 25 juta. Sehingga pesantren mampu memberikan yang bagi mereka yang belum bankable (memenuhi persyaratan bank)," katanya.  

Untuk itu, Ma'ruf berharap agar bank syariah  bekerjasama dengan pondok pesantren dalam produk pembiayaan. "Kecil sampai menengah pesantren bisa menjadi pusat pembiayaan dalam rangka pemberdayaan masyarakat," katanya. 

Karena itu, dia juga mendorong pesantren  bersiap menjadi pelaku usaha dari berbagai perusahaan seperti e-commerce Meski tak menyebut pasti, dia mengatakan sudah ada beberapa, yang berkomitmen akan membantu ekonomi pesantren.  

"Untuk melakukan pemasaran, memberikan saran untuk peningkatan kualitas produksi yang akan dilakukan di pesantren. Dan saya menginginkan semacam adanya pusat. Pesatren connect. Artinya yang menghubungkan pesantren-pesantren untuk bisa memasarkan produk-produknya," katanya.

Selain itu juga, dia menilai penting pemasaran bagi masyarakat yang membutuhkan produk-produk itu. "Dimana ada produknya dan dimana masyarakat yang memerlukannya, maka dengan melalui lembaga itu termasuk e-commerce maka produk pesantren bisa terpasarkan. Bukan hanya di dalam negeri melainkan juga diekspor ke luar negeri," ujarnya.  

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berpesan agar anak muda tak terkecuali kader IPPNU  berhati-hati berada di lingkungan anak muda era post truth siapapun harus miliki kewaspadaan luarbiasa. Dalam industri e commerce, Khofifah mengetahui peta kompetisi luarbiasa dengan membanjirnya produk luar negeru. Dirinya mengajak santri dan pesantren menghadapi persaingan ketat dan beradaptasi dengan percepatan teknologi. 

Dia menyebut gempuran pasar online turut berdampak pada ketidaksiapan sejumlah industri di Jatim dengan penurunan omzet sebagaimana kasus di sentra tas Tanggulangin. “Saya ingin  mengajak mereka bangkit. Kita ingin Wapres memotivasi IPPNU dengan potensi luar biasa, harapannya tumbuh Nahdlatut Tujjar, baik online atau onffline dengan sinergitas dan semangat yang NKRInya harga mati,” kata dia.

photo
Wapres KH Ma'ruf Amin membuka Rakernas IPPNU di Pesantren Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur, Kamis (23/1).

 

Ketum IPPNU, Nurul Hidayati Ummah, mengatakan Rakernas yang mengangkat tema “Santri Goes beyod Digital Society” kali ini akan membahas sejumlah isu strategis terutama penguatan pengkaderan dan kaderasisasi di internal organisasi. 

Rakernas yang dihadiri 30 pimpinan wilayah dari Sabang sampai Merauke ini, kata dia, juga akan merumuskan kebijakan aplikatif di tingkat pimpinan pusat hingga ranting komisariat. Dalam kegiatan ini juga dihelat Gelar Karya Santri, menghadirkan karya-karya santri yang tergabung dalam program One Pesantren One Product di stan-stan bazar yang tersedia si lokasi Rakernas. Hal ini sebagai wujud kepedulian IPPNU terhadap santri yang memiliki karya luar biasa di era digital. 

Menurut dia, di era ini banyak kreasi dan inovasi santri Nusantara yang perlu diberikan perhatian lebih agar santri bisa berkiprah di dunia digital dengan demikian bisa turut serta menyumbangkan sumbangsih membangun bangsa di era digital.

Perkembangan era digital merupakan tantangan sekaligus peluang santri untuk mencetak sumber daya manusia (sdm) yang unggul sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju. ”Kita ingin ke depan di era digital santri bisa menguasai pasar nasional dan internasional. mohon doa dan bimbingan menciptakan generasi bangsa unggul untuk berkontribusi bagi Indonesia yang maju,” tutur dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA