Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Pelajar Kurang Manfaatkan Medsos untuk Belajar

Jumat 24 Jan 2020 06:38 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

SMK Mutiara 17 Agustus

SMK Mutiara 17 Agustus

Pelajar perlu dibimbing mengoperasikan medsos untuk keperluan belajar.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Tim Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Univesitas Bhayangkara Jakarta Raya

Pelajar dominan menggunakan gawai berupa ponsel pintar atau teknologi sejenisnya yang memungkinkan terkoneksi dengan internet. Bahkan, berdasarkan survei pada pelajar SMK Mutiara 17 Agustus, Kota Bekasi, semua pelajar mengaku menggunakan media sosial.

Dua media sosial yang populer di kalangan pelajar SMK Mutiara 17 Agustus, yakni media sosial berjaringan Instagram dan media sosial berbasis pesan percakapan Whatsapp. Sebanyak 45 persen pelajar dalam survei ini mengaku sangat termotivasi menggunakan media sosial untuk belajar.

Kendati demikian, pelajar kurang memanfaatkan media sosial berbasis komunikasi kelompok untuk belajar. Komunikasi kelompok yang kerap terjadi pada siswa SMK Mutiara 17 Agustus kurang memanfaatkan berbagai platform yang ada.

Padahal hampir setiap tugas siswa ini tergbaung dalam setiap kelompok. Para pelajar memang kerap membahas kerja kelompok melalui Whatsapp. Namun, tidak mengorganisasikannya dalam ruang virtual atau online.

Padahal, komunikasi terjadi dalam konteks offline maupun online, termasuk komunikasi kelompok. Dalam komunikasi kelompok ruang virtual memberikan banyak kontribusi terhdapat efektivitas komunikasi kelompok. Hal ini tentu berdampak pada transaksi komunikasi kelompok khususnya kelompok kecil.

Haris & Sherblom (2018) mengatakan kelompok kecil adalah adalah kumpulan dari beberapa orang minimal 3 sampai 20 individu dan saling tergantung, saling mempengaruhi selama periode waktu tertentu, memiliki tujuan serupa, memegang peranan khusus, merasa saling memiliki, menjaga norma dan etika dalam keanggotaan kelompok, serta terlibat dalam komunikasi interaktif.

Komunikasi kelompok kecil terbentuk dan berkembang dalam konteks nyata dan maya. Artinya komunikasi kelompok kecil dapat terjadi secara Face To Face (FTF) dan juga terjadi dalam ruang daring (bagian dari CMC-Computer Mediated Communication).
Karena itu, dosen-dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya berinisiatif untuk memberikan pelatihan “Pengenalan Ragam Manajemen Cloud Platform sebagai Media Komunikasi Kelompok pada siswa SMK Mutiara 17 Agustus kota Bekasi” pada Kamis, 29 November 2019.

Dosen yang terlibat dalam pelatihan ini, yakni Dr. Hizkia Yosias Polimpung, M.Si, Ratna Puspita, S.Sos, M.Si, Titis Nurwulan Suciati, S.Sos., M.I.Kom, dan Nurul Fauziah, S.Sos., M.I.Kom. Melalui kegiatan ini, para dosen mengajarkan berbagai metode yang dapat dilakukan oleh siswa dalam meningkatakn efektifitas komunikais kelompok melalaui pemanfaatan Team Communication Platform (TCP) termasuk Slack dan Asana.

Pelatihan ini diharapkan untuk memberikan pemahaman tentang mengelolah komunikasi kelompok kecil yang efektif pada siswa SMK Mutiara 17 Agustus kota Bekasi. Selain itu, pelatihan untuk membantu para pelajar pelajar SMK Mutiara 17 Agustus kota Bekasi mengoperasikan dan mengoptimalisasikan berbagai platform berbasis komunikasi kelompok.

Kegiatan pelatihan dikemas dalam teori dan praktik, di mana para siswa akan dipandu dalam mengoperasikan berbagai platform berbasis komunikais kelompok dengan Slack dan Asana. Penggabungan metode Teori dan Praktek dalam pelatihan ini agar pelajar mampu meningkatkan pengetahuan, wawasan dan skill siswa tidak hanya dalam tataran konsep, tetapi juga pada praktik khususnya proses pengoperasian berbagai platform.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA