Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Pascagempa, Aktivitas Vulkanik Kawah Dieng tak Meningkat

Kamis 23 Jan 2020 11:20 WIB

Red: Ratna Puspita

Lahan pertanian di lereng bukit di kawasan dataran tinggi Dieng, Kejajar, Wonosobo, Jateng.

Lahan pertanian di lereng bukit di kawasan dataran tinggi Dieng, Kejajar, Wonosobo, Jateng.

Foto: Antara/Anis Efizudin
Gempa dengan magnitudo 1,4 yang mengguncang Kawah Dieng pada Senin (20/1).

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara memastikan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik kawah di Dataran Tinggi Dieng pascagempa dengan magnitudo 1,4 yang mengguncang wilayah itu pada Senin (20/1). Situasi saat ini aman dan terkendali, sedangkan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasanya.

Baca Juga

"Alhamdulillah, tidak ada peningkatan aktivitas kawah di kawasan Dataran Tinggi Dieng pascagempa kemarin," kata Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman di Banjarnegara, Kamis (23/1).

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie juga nenambahkan saat ini tidak ada lagi aktivitas kegempaan di kawasan Dataran Tinggi Dieng. "Kami masih memantau aktivitas kegempaan di Dieng guna memonitoring kemungkinan adanya gempa susulan, namun hingga saat ini tidak terdeteksi adanya aktivitas kegempaan," kata dia.

Pada Senin (20/1), pukul 13.54 WIB, wilayah Dataran Tinggi Dieng dan sekitarnya diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa itu dengan magnitudo 1,4.

Episenter gempa terletak pada koordinat 7,25 LS dan 109.91 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 kilometer arah utara Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada kedalaman lima kilometer. "Jenis dan mekanisme gempa,dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya adalah jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal," katanya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kendati demikian, BMKG memberikan sejumlah tips kepada masyarakat agar aman dari kemungkinan terjadinya gempa.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA