Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Sunday, 11 Jumadil Akhir 1442 / 24 January 2021

Bayi yang Ditemukan di Sleman Diserahkan ke Dinsos

Rabu 22 Jan 2020 19:09 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

Penemuan bayi (ilustrasi)

Penemuan bayi (ilustrasi)

Foto: dok. Kapolres Tangerang Selatan
Bayi tersebut telah dinamai Cantika Putri Winingsih oleh Camat dan Kapolsek.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Bayi malang yang ditemukan di pinggir Jalan Tegalsari Raya, Dusun Tegalsari, RT 04 RW 06, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Senin (20/1) lalu, kini punya rumah baru. Polsek Ngemplek menyerahkan bayi itu ke Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Serah terima bayi itu dilakukan langsung Kapolsek Ngemplak, Kompol Wiwik Haritulasmi, kepada Sekertaris Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Epiphana Kristiyani, di Puskesmas Ngemplak I. Turut mendampingi Camat Ngemplak.

Sekertaris Dinsos Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan, bayi telah dinamai Cantika Putri Winingsih oleh Camat dan Kapolsek. Ia menekankan, sesuai SOP bayi itu akan diserahkan kepada Dinas Sosial DIY.

Baca Juga

Selanjutnya, Dinas Sosial DIY akan menunjuk lembaga tertentu untuk merawat bayi tersebut selama proses adopsi. Ia berharap, Dinas Sosial DIY menunjuk Balai Rehabilitasi Sosial dan Pengasuhan Anak di Bimomartani. "Untuk merawat bayi ini sampai diadopsi agar lebih dekat untuk memantau perkembangannya,” kata Epiphana, Rabu (22/1).

Ia menilai, sudah banyak masyarakat luas yang ingin mengadopsi bayi cantik tersebut. Epiphana turut menyampaikan, jika ada yang berminat untuk mengadopsi bisa menghubungi Dinas Sosial DIY.

Adapun syarat-syarat meliputi pemeriksaan kesehatan lengkap, menyerahkan surat permohonan untuk mengadopsi, serta melengkapi administrasi seperti KTP dan KK. Dilihat pula kesungguhan orang tua yang akan mengadopsi anak itu.

"Yang penting dari proses adopsi ini kami akan mengutamakan, sesuai aturan, yaitu calon orang tua angkat yang belum mempunyai anak dengan usia maksimal 55 tahun dan secara ekonomi memang layak untuk merawat anak tersebut," ujar Epiphana.

Kepala Puskesmas Ngemplak I, Seruni Anggreni Susila menuturkan, bayi yang ditemukan itu kemudian dirawat di Puskesmas Ngemplak I. Ketika ditemukan, kondisi bayi sehat, meskipun sedikit hipotermia (kedinginan).

Ia memperkirakan, jarak penemuan bayi oleh masyarakat dengan usia hidupnya kemungkinan baru beberapa jam saja. Sebab, dilihat dari tali pusarnya masih terdapat darah.

Seruni menerangkan, selama dirawat di Puskesmas Ngemplak I, bayi itu tetap mendapatkan nutrisi yang maksimal. Kebetulan, ada dokter-dokter di sana yang memiliki bayi perempuan, sehingga bisa diberikan ASI. "Dokter kami, Dr Nurul dan Dr Kiki kebetulan memiliki bayi perempuan dan mereka memberikan ASInya untuk bayi ini, sehingga mendapat nutrisi yang maksimal," kata Seruni.

Kapolsek Ngemplak, Kompol Wiwik Haritulasmi menambahkan, bayi yang berusia sekitar tiga hari itu saat ditemukan dalam keadaan normal dan sehat. Secara fisik, bayi memiliki panjang 46 centimeter dan berat badan 2,5 kilogram.

Bayi memakai selimut warna merah, putih dan hitam, dimasukan dalam kardus mi instan. Kemudian, oleh pelaku, bayi diletakan di pinggir jalan tidak jauh dari permukiman warga, dan kasus ini masih dalam penanganan Polsek Ngemplak. "Oleh karena itu, untuk mengurangi ekses atau dampak ketidakpahaman masyarakat serta tumbuh kembang anak di masa yang akan datang, kami serahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Sleman," ujar Wiwik. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA