Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

KPU Sebut E-Rekap Hemat Biaya Produksi Logistik Pemilu

Rabu 22 Jan 2020 18:45 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

KPU Sebut E-Rekap Hemat Biaya Prodkusi Logistik Pemilu

KPU Sebut E-Rekap Hemat Biaya Prodkusi Logistik Pemilu

Foto: beritaonline.co.cc
Pengunaan E-Rekap bisa mengurangi penggunaan kertas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan rekap elektronik atau e-rekap sebagai solusi penghematan biaya produksi logistik pemilihan umum (Pemilu). Pada Pemilu Serentak 2019, penyediaan distribusi logistik memakan biaya mencapai Rp 2,9 triliun.

"Salah satu solusinya yang sedang kita gagas, e-rekap dan salinan digital, salinan hasil pemilu yang diberikan kepada peserta pemilu secara digital," ujar Ketua KPU, Arief Budiman, pada kegiatan Refleksi Hasil Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019 dan Persiapan Penyelenggaraan Pemilihan Pilkada 2020 di KPU, Jakarta Pusat, Rabu (22/1).

Arief menyebutkan, kebutuhan logistik untuk Pemilu Serentak 2019 di antaranya terdiri dari 974.471.901 lembar surat suara, 4.134.655 kotak suara, 2.281.776 bilik pemungutan suara, dan 130.746.467.309 buah formulir. Dari total pengeluaran sebesar Rp 27.479.557.699.000, biaya untuk penyediaan dan distribusi logistik sejumlah Rp 2.895.947.440.

"Itu bukan hanya memperpendek proses pemilunya, tapi juga akan menghemat produksi logistik pemilu dan tentu saja menghemat anggaran," katanya.

Selain menghemat biaya pemilu, penggunaan e-rekap dan salinan perhitungan suara dalam bentuk digital juga ia sebut dapat mengurangi penggunaan kertas secara signifikan. Dengan begitu, kata Arief, pemilu yang dilakukan akan lebih ramah lingkungan.

"Tentu saja akan ramah lingkungan karena energi dari alam yang akan diserap juga akan berkurang," tutur Arief.

Hasil e-rekap nantinya akan ditampilkan pada Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik atau disebut Sirekap. Arief menyampaikan, saat ini KPU sedang membahas Sirekap secara terus-menerus dan telah melakukan simulasi.

"Hasil simulasi kita juga sudah dibahas bersama tim ITB, nanti kita akan terus mempercepat proses percepatan," jelas dia.

Dengan Sirekap, kata Arief, ia berharap kepercayaan publik terhadap hasil penghitungan suara dan proses pemilu itu sendiri dapat semakin meningkat. Itu karena penggunaan Sirekap diharapkan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelumnya.
 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA