Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Investasi Rp 25 Triliun, Ini Proyek-Proyek Holding Tambang

Rabu 22 Jan 2020 15:57 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Orias Petrus Moedak (tengah)

Orias Petrus Moedak (tengah)

Foto: Intan Pratiwi/Republika
Terdapat enam proyek strategis holding tambang, termasuk pembangkit dan smelter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tahun ini, Induk Usaha Pertambangan BUMN menyiapkan dana sebesar Rp 25 triliun untuk investasi semua proyek anak usaha. Dari besaran dana tersebut akan banyak digunakan perusahaan untuk hilirisasi.

Direktur Utama MIND ID, Orias Petrus Moedak menjelaskan semua proyek hilir oleh anak usaha akan dikebut pada tahun ini, agar pada 2022 mendatang semua proyek hilirisasi ditargetkan rampung. Ia juga memastikan bahwa proyek hilirisasi ini akan memberikan kenaikan laba holding.

"Tahun ini kami siapkan 25 triliun untuk investasi hilirisasi. Sebagian besar proyek hilir ini ditargetkan rampung paling lambat pada awal 2022," ujar Orias di Komisi VII DPR RI, Rabu (22/1).

Pendanaan kebutuhan investasi ini bersumber dari kas perusahaan dan pinjaman. Sayangnya, Orias enggan merinci besaran masing-masing sumber pendanaan. Dia hanya menyebutkan, kondisi keuangan perusahaan cukup baik dengan total aset Rp 170 triliun dan kas Rp 32 triliun.

"Ini kami harapkan proyek-proyek ini, kalau pendanaan tidak masalah bisa dikerjakan," ujarnya.

Terdapat enam proyek strategis MIND ID. Pertama, PLTU Mulut Tambang Sumsel-8 di Tanjung Enim, Sumatera Selatan oleh PT Bukit Asam berkapasitas 2x620 megawatt (MW) yang ditargetkan beroperasi pada 2022. Kedua, pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) Ferronickel Halmahera Timur di Tanjung Buli, Maluku Utara oleh PT Aneka Tambang (Antam) Tbk berkapasitas 13.500 ton per tahun nikel dengan target operasi 2020.

Selanjutnya, pabrik Smelter Grade Aluminasi Refinery di Mempawah, Kalimantan Barat oleh Inalum dan Antam berkapasitas 1 juta ton per tahun dengan target operasi kuartal ketiga 2022. Pabrik Gasifikasi Batu Bara menjadi DME di Peranap, Riau oleh PT Bukit Asam, PT Pertamina (Persero) dan Air Product and Chemicals Inc berkapasitas 1,4 juta ton per tahun DME dengan target operasi 2022.

Berikutnya adalah Pabrik Gasifikasi Batu Bara di Tanjung Enim oleh Bukit Asam, Pertamina, PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dengan target operasi di kuartal pertama 2023. Produk yang dihasilkan yakni urea 570 ribu ton per tahun, polypropylene 450 ribu ton per tahun, dan DME 400 ribu ton per tahun DM.

Terakhir, smelter tembaga terintegrasi dengan fasilitas pemurnian anoda slime menjadi logam berharga oleh PT Freeport Indonesia berkapasitas 2 juta ton per tahun dengan target operasi di 2023. Smelter ini berlikasi di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Jawa Timur.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA