Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Saturday, 28 Jumadil Akhir 1441 / 22 February 2020

Pemkab dan Perangkat Desa Tingkatkan Sinergi

Rabu 22 Jan 2020 15:56 WIB

Rep: Maman Sudiaman / Red: Agus Yulianto

Bupati Muba H Dodi Reza Alex bersilaturahim dengan Operator Siskeudes Desa Serekah Kecamatan Babat Toman.

Bupati Muba H Dodi Reza Alex bersilaturahim dengan Operator Siskeudes Desa Serekah Kecamatan Babat Toman.

Foto: Humas Pemkab Muba
Honor operator siskeudes di Muba Naik seratus persen.

REPUBLIKA.CO.ID,  BABAT TOMAN -- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2020 ini merencanakan akan menaikan 100 persen honor operator sistem keuangan desa (Siskeudes) dari honor sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Muba H Dodi Reza Alex menanggapi permohonan dari Operator Siskeudes Desa Serekah Kecamatan Babat Toman meminta dinaikan tunjangan yang sebelumnya sebesar Rp 300 ribu per bulan. Hal itu terungkap pada acara Silaturahmi dan Dengar Pendapat dengan Para Kepala Desa, BPD, Kadus, dan Operator Desa, dalam Kecamatan Babat Toman, Lawang Wetan, dan Batang Hari Leko, di Gedung Serbaguna Kecamatan Babat Toman, Selasa (21/1/2020) yang di hadiri Wakil Bupati Beni Hernedi, Wakil Ketua DPRD Muba Jon Kenedi, Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIk, Ketua PA Sekayu Saifullah Anshari SAg MA, Perwakilan Kejari Muba, Camat Babat Toman  Muhammad Aswin, Camat Lawang Wetan Tazarni, Camat Batanghari Leko Nwardi Endang serta Para Kepala Perangkat Daerah Muba.

photo
Bupati Muba Dodi Reza Alex bersilaturahim dengan Operator Siskeudes (Foto : Humas Pemkab Muba)

Dikatakannya, kenaikan honor operator Siskeudes ini sangat sesuai dengan kinerja para operator yang bekerja untuk pelaporan dana desa dan alokasi dana desa. 

"Kami ucapkan terima kasih untuk operator siskeudes. Baru-baru ini kita menyerahkan laporan keuangan pemerintah daerah tahun 2019 yang didalamnya ada laporan keuangan desa, Alhamdulillah menjadi yang tercepat se-Indonesia dan mendapatkan WTP dari BPK RI. Bukan hanya cepat tapi juga berkualitas, sinergi ini harus terus kita pertahankan dan tingkatkan," ujar Dodi.

Bupati Dodi menginginkan, tidak adanya pergantian operator siskeudes. Karena, jika adanya pergantian dinilai akan memakan waktu dan biaya untuk membina dari awal lagi para operator desa tersebut.

Lebih lanjut Dodi berharap kepada para anggota BPD untuk membantu pemerintah daerah dalam mendata masyarakat miskin yang ada di desa.  "Sehingga pada saat kita merealisasikan program-program penanggulangan kemiskinan kita mendapatkan data yang valid," ucapnya.

Selain itu orang nomor satu di Muba ini menghimbau kepada kepala desa, agar menjaga keaman dan kondusifitas dalam mempersiapkan Pilkades serentak bulan Maret 2020 mendatang.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Muba Richard Cahyadi AP MSi menjelaskan, kegiatan diikuti oleh 42 kades, 42 operator siskeudes, 120 Kadus, dan 303 anggota BPD dari Kecamatan Babat Toman, Lawang Wetan, dan Kecamatan Batang Hari Leko. Dengan tujuan untuk memperkuat hubungan antara stakeholder sehingga terjalin sinkronisasi satiap kegiatan pembangunan di Kabupaten Muba.

"Mereka (BPD) yang meminta dibuatkan secara khusus untuk pertemuan dengan kepala daerah. Ini untuk pertemuan pertama dari lima zona yang akan dilaksanakan dalam Kabupaten Muba," paparnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA