Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

BMKG Majene Imbau Nelayan Waspada Gelombang Tinggi

Selasa 21 Jan 2020 18:24 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Gelombang tinggi menghantam tembok pembatas tugu di pantai (ilustrasi)

Gelombang tinggi menghantam tembok pembatas tugu di pantai (ilustrasi)

Foto: Antara/Muhammad Arif Pribadi
Ada potensi terjadinya gelombang tinggi di selat Makassar tiga hari ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAMUJU -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II Kabupaten Majene mengimbau masyarakat khususnya nelayan di Sulawesi Barat agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi di wilayah perairan selat Makassar.

Baca Juga

"Ada potensi terjadinya gelombang tinggi di selat Makassar tiga hari ke depan. Kemungkinan, tinggi gelombang berkisar 0,75 hingga 2,5 meter," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Kabupaten Majene, Sultan ketika dihubungi dari Mamuju, Selasa (21/1).

Tinggi gelombang yang terjadi di perairan Sulbar, tambahnya bervariasi. Pada hari ini, di sepanjang selat Makassar bagian Utara hingga Selatan, ketinggian gelombang diperkirakan berkisar 0,75 hingga 2 meter.

Kemudian, lanjutnya gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter berpotensi terjadi pada Rabu (22/1) di sepanjang selat Makassar bagian Tengah hingga Utara. Ia menyampaikan bahwa perairan selat Makassar bagian Tengah hingga Utara meliputi wilayah Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju hingga ke Pasangkayu dan di selat Makassar bagian Selatan meliputi wilayah Malunda, Majene hingga Kabupaten Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan.

"Jadi, kami mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar mewaspadai potensi terjadinya gelombang tinggi kurun waktu tiga hari ke depan. Terutama besok (Rabu), yang berpotensi terjadi gelombang dengan ketinggian berkisar 2,5 meter di selat Makassar bagian tengah hingga Utara," terang Sultan.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA