Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Surabaya Antisipasi Penyebaran Virus Pneumonia China

Rabu 22 Jan 2020 08:37 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nashih Nashrullah

Seorang warga berjalan di pasar hidangan laut Huanan di Wuhan, China. Pemerintah China pada Senin (20/1) melaporkan peningkatan tajam jumlah penderita pneumonia akibat virus korona.

Seorang warga berjalan di pasar hidangan laut Huanan di Wuhan, China. Pemerintah China pada Senin (20/1) melaporkan peningkatan tajam jumlah penderita pneumonia akibat virus korona.

Foto: Kyodo News via AP
Sampai saat ini belum ada tanda virus Pneumonia di Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan antisipasi penyebaran virus Pneumonia yang berasal dari Wuhan, China. 

Baca Juga

Antisipasi yang dilakukan berdasar pada surat edaran yang dikeluarkan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bernomor 443/753/436.7.2/2020 tentang Kewasapadaan Terhadap Penyakit Pneumonia Wuhan China.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita, mengungkapkan hingga saat ini, di Indonesia, khususnya Surabaya, belum ada penemuan masyarakat terjangkit virus tersebut. Namun demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan sosialisasi untuk mencegah dan mewaspadai datangnya penyakit yang disebabkan virus tersebut.

“Sampai sejauh ini belum ada laporan penemuan kasus tersebut, tetapi kita tetap harus mewaspadai penyakit itu,” kata Febria di Surabaya, Selasa (21/1).

Selain melakukan antisipasi melalui surat edaran, Dinkes Surabaya juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait, seperti Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Surabaya. Tujuannya untuk penapisan di pintu masuk bandara dan pelabuhan.

“Dengan KKP Kelas 1 Surabaya kami sudah koordinasikan untuk penapisan di pintu masuk bandara dan pelabuhan,” ujar Febria.

Selain itu, pihaknya juga membuat surat edaran yang disebar ke Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes). Surat tersebut berisi permintaan agar Fasyankes memperhatikan dan mewaspadai apabila ada pasien yang mengalami gejala virus tersebut.

“Terutama bagi masyarakat yang telah berpergian ke Tiongkok, termasuk Singapura, Hongkong, Wuhan, atau Beijing untuk memperhatikan gejala-gejalanya,” kata Febria.

Febria juga mengimbau masyarakat Surabaya yang bepergian ke Tiongkok, agar menghindari berkunjung ke pasar ikan atau tempat jualan hewan hidup. 

Selain itu, jika dalam perjalanan berinteraksi dengan orang yang mempunyai gejala demam, batuk, dan sukar bernafas, atau jatuh sakit dengan gejala yang sama, dia mengingatkan agar segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.

“Apabila setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala serupa, dianjurkan langsung untuk berobat,” kata Febria.

Menurut Feny, penyakit Pneumonia Wuhan, Tiongkok disebabkan oleh virus influenza. Diduga virus baru ini berjenis Corona Virus. Tetapi, kata dia, masih perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan spesiesnya.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA