Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Friday, 4 Rajab 1441 / 28 February 2020

Inalum-Vale Sepakati Harga Divestasi Saham

Rabu 22 Jan 2020 04:22 WIB

Red: Nidia Zuraya

Direktur Utama holding BUMN pertambangan, Inlaum, Orias Petrus Moedak (berkacamata). foto ilustrasi

Direktur Utama holding BUMN pertambangan, Inlaum, Orias Petrus Moedak (berkacamata). foto ilustrasi

Foto: Intan Pratiwi/Republika
Divestasi 20 persen saham Vale merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Induk perusahaan BUMN tambang, PT Inalum atau Mind ID, dan PT Vale Indonesia telah menyepakati harga saham untuk 20 persen saham yang akan didivestasi.

"Mengenai Vale kita akan internal approval di Februari. Harganya sudah sepakat semua," kata Direktur Utama Inalum Orias Petrus Moedak di pabrik PT Inalum, Kuala Tanjung, Sumatera Utara, Selasa (21/1).

Namun angka kesepakatan secara detail belum disebutkan rinci oleh Orias. Kemudian penandatanganan kesepakatan akan dilakukan pada bulan Maret mendatang.

Untuk pembayaran sendiri, Orias mengatakan telah diberi waktu selama enam bulan setelah penandatanganan kesepakatan kedua belah pihak.

Divestasi 20 persen saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) pada tahun 2014 antara Vale Indonesia dan pemerintah yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut.

Kontrak karya Vale Indonesia akan berakhir pada akhir 2025 dan dapat diubah atau diperpanjang menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sesuai peraturan perundang-undangan.

Pemegang saham Vale Indonesia saat ini antara lain VCL sebesar 58,73 persen, SMM sebesar 20,09 persen, dan publik sebesar 20,49 persen.

Pemerintah telah menunjuk Inalum, sebagai induk perusahaan BUMN tambang yang saat ini telah memiliki identitas baru sebagai Mind ID untuk mengambil saham divestasi Vale Indonesia. Langkah ini sesuai dengan mandat Mind ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional.

Melalui kepemilikan 20 persen saham di PT Vale Indonesia Tbk dan 65 persen saham di PT Aneka Tambang Tbk, Inalum memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumber daya nikel terbesar dan terbaik dunia.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA