Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Friday, 1 Safar 1442 / 18 September 2020

Petugas Selidiki Penyebab Kebakaran Ponpes Gontor Ponorogo

Selasa 21 Jan 2020 18:38 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Kebakaran. Ilustrasi

Kebakaran. Ilustrasi

Foto: Antara
Diduga kebakaran di pondok pesantren itu disebabkan karena hubungan arus pendek.

REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO -- Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda bangunan Pondok Mondern Gontor Kampus 2 di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Petugas Pemadam Kebakaran BPBD Ponorogo, Franky Kristianto mengatakan diduga kebakaran di pondok pesantren besar tersebut disebabkan karena hubungan arus pendek listrik.

Baca Juga

"Sementara belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Namun diduga disebabkan karena hubungan arus pendek listrik. Nanti penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan kepolisian setempat," ujar Franky di Ponorogo, Selasa (21/1).

Menurut dia, sejauh ini kobaran api sudah dapat dipadamkan oleh petugas, namun masih tersisa bara. Sejumlah petugas dibantu relawan dan para santri masih bersiaga untuk mengantisipasi bara api menjadi kobaran.

Ia menyebutkan, upaya pemadaman api tergolong lancar. Lebih dari empat unit mobil pemadam kebakaran diturunkan petugas guna memadamkan api yang membesar. Seperti diketahui, kebakaran melanda bangunan Pondok Mondern Gontor Kampus 2 di Desa Madusari, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada Selasa siang.

Berdasarkan informasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dan membakar bangunan tempat penyimpanan peralatan pramuka dan sekolah santri. Kebakaran terjadi saat aktivitas belajar dan mengajar di pondok pesanten setempat sedang berlangsung. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Para santri bersama petugas BPBD, pemadam kebakaran, polisi, dan relawan bergotong royong berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lainnya di komplek kampus setempat. Kerugian material akibat peristiwa bencana kebakaran tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA