Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Orang Utan di Kotim Makin Sering Masuk Kebun

Senin 20 Jan 2020 13:21 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Orangutan

Orangutan

Foto: .
Rusaknya habitat diduga menjadi penyebab orang utan masuk ke kebun.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMPIT -- Rusaknya habitat diduga menjadi penyebab orang utan (Pongo pygmaeus) semakin sering masuk ke kebun milik masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Mereke berkeliaran untuk mencari makanan.

"Mereka kelaparan. Mereka masuk ke kebun warga lalu memakan buah-buahan yang ada di kebun itu," kata Komandan Jaga Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah Pos Sampit, Muriansyah, Senin (20/1).

Orang utan di habitat aslinya mempunyai sifat pemalu dan menghindari manusia. Namun kini orang utan semakin sering masuk ke kebun warga karena diduga terpaksa mencari makanan untuk bertahan hidup. Cadangan makanan di habitat mereka semakin sulit didapat.

Dia mengatakan kondisi ini sangat rawan bagi masyarakat maupun orangutan itu sendiri. Pekan lalu, BKSDA Pos Sampit menerima dua laporan kemunculan orangutan, yakni di Jalan Lingkar Utara dan Desa Jemaras Kecamatan Cempaga. Hasil pengecekan di dua lokasi itu, ditemukan beberapa sarang namun orang utan tidak terlihat.

Saat meninjau lokasi kemunculan orang utan di Desa Jemaras, tim BKSDA didampingi kepala desa dan warga setempat. Mereka menuju kebun yang dikabarkan ada kemunculan orangutan.

Kebun tersebut merupakan vegetasi dominan karet dan pohon buah seperti rambutan, cempedak dan durian. Kondisi ini memang menjadi incaran orang utan karena banyak sumber makanan yang bisa didapat satwa dilindungi tersebut.

Informasi warga, orang utan yang sempat terlihat hanya satu ekor namun ukurannya cukup besar. Hasil pemeriksaan, kata Muriansyah, tim tidak menemukan orangutan, namun mereka menemukan tiga sarang orangutan.

Muriansyah mengimbau masyarakat tidak memelihara orang utan karena melanggar aturan hukum serta rawan menyebabkan satwa langka itu mati. Perlu keseriusan semua pihak untuk menanggulangi masalah ini.

"Kami juga memberikan penjelasan tentang perilaku orangutan agar warga waspada. Tim rescue yang ada di Pangkalan Bun juga membantu. Kepala desa diminta segera melapor apabila ada yang tidak terlihat lagi muncul di kebun warga," ucap Muriansyah.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA