Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Guru Diminta Lebih Peka kepada Anak Didik

Senin 20 Jan 2020 13:08 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Selain mengajar, tugas guru adalah menjadi orang tua anak didik selama di sekolah. Foto: Siswa-siswi Sekolah Dasar bermain di halaman di sekolahnya. (ilustrasi)

Selain mengajar, tugas guru adalah menjadi orang tua anak didik selama di sekolah. Foto: Siswa-siswi Sekolah Dasar bermain di halaman di sekolahnya. (ilustrasi)

Foto: Republika/Yasin Habibi
Selain mengajar, tugas guru adalah menjadi orang tua anak didik selama di sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua PB PGRI Dudung Nurullah Koswara mengatakan guru harus lebih peka terhadap setiap anak didiknya. Kepekaan ini perlu untuk dimiliki untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan mental seorang siswa.

Dudung mengatakan, guru mestinya secara aktif mendeteksi dinamika personal anak didik. "Terutama guru yang bertugas di kesiswaan, guru BK, dan para wali kelas harus benar-benar sensitif bekerja. Harus lebih super peka," kata Dudung, Senin (20/1).

Ia menjelaskan, tanda-tanda anak tidak sehat atau ada masalah harus menjadi konsentrasi guru. Menurut Dudung, selain mengajar akademik tugas guru adalah menjadi orang tua anak didik selama di sekolah.

"Itulah tugas guru, sangat berat dan tidak ringan. Makanya Mendikbud tidak terlalu suka guru dibebani administrasi dan segala tetek bengek. Utamakan mengawasi anak didik," kata dia lagi.

Ia merasa prihatin, ketika sekolah ramah anak (SRA) sedang digaungkan justru terjadi peristiwa bunuh diri siswa di sekolahnya. Peristiwa bunuh diri tersebut terjadi pada siswi berinisial SN di SMP 147 Jakarta Timur pada Selasa (14/1) yang lalu.

Dudung melihat, keputusan bunuh diri tersebut merupakan tumpukan dari masalah yang diderita oleh SN selama ini. Ia pun menyayangkan kejadian tersebut dan berharap guru, orang tua, serta kepala sekolah harus menjadi lebih sensitif.

Menurut dia, mendidik, mengajar, dan mengasuh anak didik tidak bisa sekadar klasikal atau kolosal lagi. Para guru dan kepala sekolah tidak gugur tugasnya saat mengajar klasikal di ruang kelas atau memberi informasi secara kolosal saat upacara.

"Dibutuhkan pendekatan personal. Di sinilah letak kompetensi pedagogik guru diuji," kata Dudung. 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA