Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Pusat Mitigasi Unsoed Buat Peta Risiko Bencana di Kecamatan

Senin 20 Jan 2020 11:50 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Latihan menghadapi bencana gemba bumi (ilustrasi)

Latihan menghadapi bencana gemba bumi (ilustrasi)

Foto: VOA
Unsoed ingin mewujudkan program nihil risiko bencana.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Pusat Mitigasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) sedang mengembangkan peta risiko kebencanaan tingkat kecamatan. Peta ini dikembangkan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

"Salah satu program Pusat Mitigasi Unsoed adalah pengembangan peta risiko bencana tingkat kecamatan. Peta ini untuk melengkapi peta bencana tingkat kabupaten yang menurut evaluasi kami kurang begitu rinci," kata Koordinator bidang bencana geologi Pusat Mitigasi Unsoed Indra Permanajati, pekan lalu.

Dia menambahkan, peta risiko bencana tingkat kecamatan dilakukan dengan mengambil data langsung di lapangan mengenai kondisi geologi, batuan, tanah dan sumber-sumber longsor yang ada. Peta risiko bencana tingkat kecamatan tersebut, kata dia, adalah bagian dari program besar pusat Mitigasi Unsoed untuk mewujudkan program "zero disaster risk" atau nihil risiko bencana.

Dia menambahkan, peta pertama yang dibuat adalah peta risiko bencana Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga. "Peta pertama yang telah kami buat adalah peta risiko bencana di Kecamatan Karangjambu, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, yang merupakan salah satu kecamatan dengan potensi bencana yang cukup tinggi," katanya.

Melalui pemetaan per kecamatan yang dilakukan diharapkan dapat diketahui tingkat bahaya atau kerentanan masing-masing wilayah terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Program pengurangan risiko dengan konsep zero disaster risk akan mempercepat langkah pengurangan risiko bencana secara sistematis dan tepat.

"Langkah ini bersifat progresif dan banyak melakukan terobosan teknologi untuk mewujudkannya. Konsep zero disaster risk diturunkan dari perhitungan nilai risiko bencana yaitu perkalian antara indeks bahaya dan kerentanan dibagi kapasitas," katanya.

Ukuran nilai indeks bahaya, kata dia, adalah ketepatan penentuan daerah yang rentan terhadap bencana.

"Langkah ini akan menjadi program Pusat Mitigasi Unsoed untuk memetakan tingkat bahaya per kecamatan. Hasil yang diharapkan adalah dapat menentukan tingkat bahaya dengan tepat, langkah ini bisa dilaksanakan melalui kerjasama dengan pemerintah daerah," katanya.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA