Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

Wednesday, 11 Syawwal 1441 / 03 June 2020

27 Ribu Warga Suriah Cari Pengungsian

Senin 20 Jan 2020 10:09 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nur Aini

Kamp pengungsian Al-Hol di Hassakeh, Suriah

Kamp pengungsian Al-Hol di Hassakeh, Suriah

Foto: Reuters
Warga Suriah meninggalkan rumah untuk mencari pengungsian dalam tiga hari terakhir.

REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB -- Sebanyak 27 ribu warga sipil Idlib telah meninggalkan rumah mereka yang berada di zona deeskalasi Idlib di Suriah dalam tiga hari terakhir. Mereka mencari tempat pengungsian karena serangan rezim Suriah di bawah Bashar al-Assad dan sekutunya, Rusia, dan kelompok milisi yang didukung Iran.

Baca Juga

Dilansir Anadolu Agency, Senin (20/1), serangan tersebut berimbas pada daerah perumahan di timur dan selatan provinsi Aleppo. Akibatnya, ribuan warga sipil Suriah tergusur sehingga mengungsi menuju daerah dekat perbatasan Turki.

Direktur Kelompok Koordinasi Respons Suriah Muhammad Hallaj mengungkapkan, serangan itu melangggar perjanjian gencatan senjata antara Turki dan Rusia. Dia menjelaskan, warga sipil meninggalkan rumah mereka di distrik Darat Izzah dan beberapa kota, termasuk Khan Tuman, Khan al-Asal, Kafr Naya, dan al-Qasimia.

Karena jumlah pengungsi kian meningkat, tenda-tenda di Idlib tak sanggup memenuhi kebutuhan warga Suriah. Area tenda pengungsian sudah tidak cukup untuk tempat berdirinya tenda. Sementara, ribuan keluarga saat ini sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Pada September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang. Namun, lebih dari 1.300 warga sipil telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia di zona deeskalasi sejak gencatan senjata terus dilanggar.

Turki mengumumkan pada 10 Januari bahwa gencatan senjata baru di Idlib diguncang oleh kekerasan, meskipun tindakan agresi sudah secara resmi dilarang. Lebih dari satu juta warga Suriah telah bergerak di dekat perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir. Sejak meletusnya perang saudara berdarah di Suriah pada 2011, Turki menampung sekitar 3,7 juta warga Suriah yang melarikan diri dari negara mereka.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA