Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Sentra Industri Tas Tanggulangin akan Dihidupkan Kembali

Senin 20 Jan 2020 09:16 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Nora Azizah

Sentra industri tas di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akan dihidupkan kembali (Foto: tas kerajinan tradisional)

Sentra industri tas di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, akan dihidupkan kembali (Foto: tas kerajinan tradisional)

Foto: Republika/Binti Sholikah
Sebelumnya, industri tas Tanggulangin mati akibat bencana lumpur Lapindo.

REPUBLIKA.CO.ID, SIDOARJO -- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, berencana akan menghidupkan sentra industri tas di Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Ia berharap, sentra industri tas yang sempat redup akibat lumpur Lapindo bisa kembali meskipun memasuki persaingan di era teknologi digital yang begitu keras.

"Saya menangkap bahwa para pelaku industri tas di Tanggulangin ini sebenarnya ada keinginan maju. Mereka ingin bisa terus bersaing dan mendorong agar produk tas mereka tetap diminati pasar," kata Khofifah saat berdialog dengan para pengrajin, Ahad (19/1).

Khofifah melanjutkan, pihaknya menyiapkan tiga dalam mendorong kemajuan sentra industri tas Tanggulangin. Pertama, akan mempertemukan pengrajin kulit dari Magetan dengan perajin tas di Tanggulangin. Supaya ada kesepahaman kulit seperti apa yang dibutuhkan oleh perajin tas di Tanggulangin, mulai teksturnya, jenisnya warna, dan sebagainya.

Intervensi kedua, adalah program sertifikasi tenaga kerja. Program ini akan disambungkan dengan program cipta lapangan kerja Presiden Jokowi. Rencananya, di sentra industri tas Tanggulangin ini, kata dia, akan disediakan kurikulum dan seritifkasi pada siswa SMK yang magang di sana.

Langkah terakhir yang disiapkan Khofifah adalah menyediakan mentor dan tenaga ahli digital IT untuk membimbing pengrajin dan penjual tas agar bisa terus eksis dan bersaing di era teknologi digital. Langkah ini diberikan atas permintaan pengrajin, yang mengeluhkan penurunan pembeli hingga 50 persen, lantaran pembelinya beralih ke belanja online.

"Untuk masuk ke bisnis digital, sekarang ini mereka butuh mentor untuk bisa membimbing bagaimana produk mereka masuk ke pasar online. Dengan harapan mentor tersebut bisa memandu penjualan secara online dan secara kontinyu," ujar Khofifah.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA