Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Warga Jerman Tolak Pendirian Pabrik Mobil Tesla

Senin 20 Jan 2020 07:17 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Tesla

Tesla

Foto: EPA
Tesla mengumumkan rencana pendirian pabrik pertamanya di Eropa akhir November 2019

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Pendirian pabrik milik perusahaan mobil listrik Tesla di Berlin, Jerman, mendapat penolakan dari warga lokal. Sekitar 250 warga Jerman melakukan aksi protes terhadap rencana tersebut.

Pengunjuk rasa menyebut pembangunan akan mengancam ketersediaan air serta membahayakan suaka margasatwa di wilayah tersebut. Produsen mobil asal Amerika Serikat (AS) tersebut mengumumkan rencana pendirian pabrik mobil pertamanya di Eropa pada akhir November 2019.

Banyak kalangan mulai dari politikus hingga industri menyambut baik rencana tersebut. Pendirian pabrik Tesla dinilai akan membuka lapangan kerja di wilayah itu.

Namun, pada Sabtu (18/1) lalu ratusan warga lokal turun ke jalan menentang rencana tersebut. "Kami di sini berteriak karena Tesla akan mencuri air kami," teriak para pengunjuk rasa, dilansir dari Reuters.

Aksi protes muncul setelah asosiasi peduli air di Brandenburg memperingatkan bahwa pendirian pabrik dapat menyebabkan permasalahan serius terhadap ketersediaan air hingga permasalahan limbah.

Aktivis lingkungan, Anne Bach, mengatakan pembangunan pabrik Tesla setidaknya membutuhkan 300 meter kubik air per jam. Hal itu disebut akan menghabiskan stok air di area pembangunan pabrik.

"Saya tidak menentang Tesla. Tapi ini tentang lokasinya, berada di tengah hutan yang masuk zona perlindungan satwa. Apakah ini sepadan?" kata Bach.

Sejumlah protes terkait lingkungan sebelumnya telah membuat banyak perusahaan besar menghentikan dan menunda pembangunan pabrik di wilayah tersebut. Namun selain protes, ada pula warga yang memberikan dukungannya terhadap pembangunan pabrik.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA