Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 260 Miliar ke Sektor Pariwisata

Senin 20 Jan 2020 06:58 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya

Bank Mandiri

Bank Mandiri

Foto: Darmawan/Republika
Penyaluran KUR pariwsata Bank Mandiri mencakup 5 wilayah destinasi wisata prioritas

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sepanjang 2019, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor pariwisata sebesar Rp 260 miliar kepada 3.410 debitur pelaku usaha. Adapun penyaluran KUR sektor pariwsata Bank Mandiri mencakup lima wilayah destinasi wisata prioritas seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Borobudur di Jawa Tengah, Labuan Bajo di NTT, Mandalika di NTB dan Likupang di Sulawesi Utara.

SVP Micro Development & Agen Banking Bank Mandiri Zedo Faly mengatakan secara keseluruhan pada 2019 penyaluran KUR Bank Mandiri sebesar Rp 25,02 triliun atau 100,09 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 25 triliun. Keseluruhan penyaluran tersebut mampu menjaga rasio kredit macet (NPL) KUR sebesar 0,44 persen.

“Sektor pariwisata memang menjadi salah satu fokus penyaluran KUR pada tahun ini. Kami ingin mengembangkan usaha-usaha kecil terkait seperti pelaku usaha agrowisata, restaurant dan rumah makan tradisional, usaha penginapan dan transportasi serta usaha kerajinan suvenir dan oleh-oleh,” ujarnya dalam keterangan tulis yang diterima Republika.co.id, Senin (19/1).

Menurutnya perseroan optimis dapat menjangkau para pelaku usaha tersebut, mengingat suku bunga KUR semakin murah menjadi enam persen dari tujuha persen pada tahun lalu. Perseroan juga akan terus memperbaiki proses bisnis KUR agar dapat semakin mudah dan cepat dirasakan pelaku usaha.

“Penyaluran KUR tahun lalu juga telah dilaksanakan sesuai dengan arahan pemerintah, di mana fokus utama tetap pada sektor produksi. Tahun lalu sebesar 50,1 persen KUR Bank Mandiri atau Rp12,53 triliun telah disalurkan ke sektor produksi, dengan rincian sektor pertanian 17,89 persen, sektor perikanan 0,28 persen dan sektor industri pengolahan 3,77 persen. Adapun penyaluran sektor pertambangan garam rakyat dan sektor jasa produksi masing-masing 0,01 persen dan 28,15 persen,” jelasnya.

Pada tahun ini, kata Zedo, perseroan penyaluran KUR ditargetkan sebesar Rp 30 triliun dengan rincian KUR mikro sebesar Rp 12 triliun, KUR kecil Rp 19,975 triliun dan KUR TKI sebesar Rp25 miliar. Salah satu upaya yang akan dilakukan dengan melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dengan memanfaatkan jaringan mikro yang telah memiliki pemahaman tentang kearifan lokal di lima destinasi wisata tersebut.

“Kami berharap 2020 dapat menyalurkan KUR ke sektor terkait pariwisata dengan rasio yang jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA