Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Bandung akan Miliki Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa

Ahad 19 Jan 2020 16:15 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Dwi Murdaningsih

Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat peletakkan batu pertama Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia di Jalan Suryani, Kota Bandung.

Wali Kota Bandung, Oded M Danial saat peletakkan batu pertama Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia di Jalan Suryani, Kota Bandung.

Foto: republika/fauzi ridwan
Masyarakat bisa lebih mengenal dan melestarikan budaya Tionghoa.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Yayasan Dana Sosial Priangan.(YDSP) akan membangun Gedung Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia di Jalan Suryani, Kota Bandung. Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial didampingi Ketua Yayasan, Herman Wijaya beserta pimpinan dari berbagai instansi.

Ketua Yayasan Dana Sosial Priangan, Herman Wijaya mengatakan dengan adanya gedung pusat kebudayaan Tionghoa diharapkan masyarakat bisa lebih mengenal dan melestarikan budaya Tionghoa. Terlebih budaya tersebut sudah melekat di kehidupan masyarakat Indonesia.

"Pembangunan ini juga menjadi sarana mengembangkan potensi (budaya) sehingga berdampak kepada kemajuan budaya nusantara yang beragam," ujarnya di sela-sela acara peletakan batu pertama, Ahad (19/1).

Menurutnya, pembangunan gedung pusat budaya Tionghoa Indonesia akan diisi oleh fasilitas seperti rumah pertunjukan, ruang pameran dan ruang pertunjukkan serta kelas. Ia berharap fasilitas-fasilitas tersebut bisa meningkatkan pengetahuan tentang Tionghoa.

"Akan dibuat pusat kajian Tionghoa melibatkan pakar dari berbaga institusi," katanya.

Baca Juga

Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan fasilitas gedung budaya Tionghoa diharapkan bisa menampung segala aktivitas budaya khususnya Tionghoa baik dibidang pelestarian pengembangan dan pertumbuhan industri pariwisata di kota Bandung.

"Saya berharap hadirnya gedung pusat budaya Tionghoa bisa menjadi sebuah gedung untuk pengembangan budaya karena Bandung rumah bersama lintas ras dan etnis," katanya.

Ia pun meminta agar keberadaan Gedung Pusat Budaya Tionghoa bisa mendukung visi dan misi Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Serta bisa berkolaborasi dengan masyarakat Bandung lainnya pada budaya yang lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA