Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Polisi: Bus Subang Milik Pribadi, Bukan Milik PO

Ahad 19 Jan 2020 14:01 WIB

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Nora Azizah

Hasil penelusuran sementara bus yang digunakan rombongan wisatawan asal Depok ini juga bukan milik perusahaan otobus (PO) (Foto bus pariwisata yang mengalami kecelakaan tungga di Subang)

Hasil penelusuran sementara bus yang digunakan rombongan wisatawan asal Depok ini juga bukan milik perusahaan otobus (PO) (Foto bus pariwisata yang mengalami kecelakaan tungga di Subang)

Foto: DOK Humas Polda Jabar
Hasil penelusuran polisi, diduga bus pariwisata tersebut milik pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID, SUBANG -- Polres Subang bersama Polda Jabar dan Korlantas Polri menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tergulingnya bus pariwisata di Kampung Nagrog, Palasari, Ciater, Subang, Ahad (19/1). Kapolres Subang, Teddy Fanani, mengatakan, hasil penelusuran sementara bus yang digunakan rombongan wisatawan asal Depok ini juga bukan milik perusahaan otobus (PO).

Baca Juga

Teddy mengatakan, bus yang sebelumnya disebutkan Bus PO Purnamasari ini ternyata milik pribadi. Pihaknya masih mencari tahu pemilik bus tersebut.

“Ini yang akan kami selidiki. Tapi dari penilaian sementara kita bus ini bukan milik PO, milik perorangan. Jadi dibeli seseorang, dia nggak ada pool cuma satu-satunya mobil itu,” kata Teddy kepada Republika, Ahad.

Teddy mengatakan, dari plat kendaraan diketahui bernomor polisi E 7508 W. Diketahui untuk plat E meliputi wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.

“Pemiliknya masih kita cari tahu. Dari nomor polisi plat E,” ujarnya.

Teddy menambahkan, penyelidikan akan dilakukan bersama tim dari Polda Jabar dan Korlantas Polri. Berdasarkan olah TKP awal semalam, diduga rem bus tidak berfungsi sehingga terguling saat berada di jalan menurun dan menikung. Namun untuk mengetahui pasti, pihaknya sudah mengamankan mesin rem di bus untuk diinvestigasi lebih lanjut.

Sebelumnya kecelakaan tunggal ini terjadi pada sore hari setelah bus kembali dari Gunung Tangkuban Perahu. Kecelakaan ini menyebabkan delapan orang meninggal termasuk di antaranya sopir bus.

“Ini laka tunggal bus terguling, delapan meninggal dan sejumlah orang luka berat dan ringan,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan saksi mata sebelum terjadinya kecelakaan bus melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Saat berada di jalan menurun, sopir hilang kendali dan bus pariwisata tersebut pun terguling.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA