Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Saturday, 13 Zulqaidah 1441 / 04 July 2020

Rusia Serang Area Pertanian, 4 Warga Sipil Suriah Tewas

Ahad 19 Jan 2020 07:50 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nur Aini

Pasukan Relawan Helm Putih  memadamkan api yang membakar sebuah kendaraan akibat serangan udara pasukan pemerintah di Kota  Ariha, Provinsi Idlib Suriah, Rabu (15/1).

Pasukan Relawan Helm Putih memadamkan api yang membakar sebuah kendaraan akibat serangan udara pasukan pemerintah di Kota Ariha, Provinsi Idlib Suriah, Rabu (15/1).

Foto: Syrian Civil Defense White Helmets via AP
Dua anak termasuk menjadi korban luka dalam serangan Rusia di Idlib Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, IDLIB -- Rusia melancarkan serangan di Idlib di Suriah, pada Sabtu (18/1) waktu setempat. Serangan udara yang dilakukan menewaskan sedikitnya empat warga sipil di Idlib yang menjadi zona deeskalasi di Suriah barat laut, menurut sumber setempat.

Baca Juga

Dilansir dari Anadolu Agency, Ahad (19/1), observatorium pesawat oposisi Suriah melaporkan pesawat-pesawat tempur Rusia menargetkan distrik Darat Izzah dan tiga area pertanian di sebelah barat Aleppo. Akibatnya, beberapa warga sipil tewas.

Badan Pertahanan Sipil setempat, White Helmets, menyampaikan serangan di area pertanian itu menewaskan empat orang dan melukai dua anak. Turki melalui pernyataannya pada 10 Januari mengakui bahwa gencatan senjata baru di Idlib diguncang oleh kekerasan.

Padahal, tindakan agresi sudah secara resmi dilarang, dan dijadwalkan akan dimulai setelah tengah malam pada Ahad 12 Januari. Secara terpisah sehari sebelumnya, Kementerian Pertahanan Rusia mengumumkan gencatan senjata di wilayah tersebut mulai berlaku pukul 02.00 malam waktu setempat.

Namun, rezim dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran melanjutkan serangan darat mereka meskipun ada gencatan senjata baru. Turki mendorong keras untuk dilakukannya gencatan senjata di Idlib setelah wilayah itu mengalami berbulan-bulan pemukulan oleh pasukan yang setia kepada rezim Bashar al-Assad dan sekutunya.

Rezim itu mengirim sekitar satu juta pengungsi sipil berbondong-bondong menuju perbatasan Turki. Selain itu, Turki dan Rusia sepakat pada September 2018 untuk mengubah Idlib menjadi zona deeskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.

Namun, lebih dari 1.300 warga sipil di sana telah tewas dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia sejak itu, ketika gencatan senjata terus dilanggar. Lebih dari satu juta warga Suriah telah bergerak di dekat perbatasan Turki karena serangan hebat selama setahun terakhir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA