Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

UNS Kembali Kirim Tenaga Medis ke Lokasi Bencana di Bogor

Ahad 19 Jan 2020 06:30 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Nur Aini

Bencana longsor, ilustrasi

Bencana longsor, ilustrasi

Foto: Antara/Galih Pradipta
Tim medis UNS dikirim ke lokasi bencana longsor di Desa Sipayung, Kab Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Tim medis Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali diberangkatkan menuju lokasi terdampak bencana longsor di Desa Sipayung, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tim yang terdiri atas tujuh petugas medis berikut bantuan obat- obatan itu, telah dilepas untuk menuju ke lokasi terdampak bencana tersebut, pada Jumat (17/1) malam.

"Saat ini, mereka sudah berada di lokasi penanganan bencana longsor di Bogor," ungkap Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof Kuncoro Diharjo, Ahad (19/1).

Baca Juga

Ia menjelaskan, sesuai dengan assessment tim UNS yang sudah berada di Desa Sipayung (tim gelombang I) dukungan kesehatan masih sangat dibutuhkan dalam penanganan pascabencana.

"Sehingga tim UNS masih berfokus untuk membantu dan memberikan dukungan bagi penanganan kesehatan para korban, yang terdampak bencana tersebut" ujarnya.

Pada pengiriman tim gelombang II ini, kata Kuncoro , UNS memberangkatkan dua orang dokter penyakit dalam, satu psikiater, satu dokter penyakit kulit dan satu dokter umum.

Turut bergabung dalam tim UNS gelombang II ini, dua mahasiswa pecinta alam (mapala) Vagus Fakultas Kedokteran (FK) UNS. Usai memberangkatkan tim medis gelombang I ke lokasi bencana longsor pada Sabtu (11/1) lalu, UNS terus memantau perkembangan tim dan kondisi di lapangan.

Hal tersebut dimaksudkan agar UNS dapat terus mengecek kesiapan anggota tim medis, stok obat-obatan, peralatan, hingga perkembangan mengenai kondisi masyarakat terdampak bencana.

Berdasarkan data yang diterima, intensitas pengungsi yang datang berobat ke posko kesehatan UNS di Desa Sipayung semakin meningkat. Melalui data terbaru yang diberikan oleh tim medis UNS, saat ini jumlah pengungsi yang datang berobat bisa mencapai ratusan setiap harinya.

"Data Posko Utama UNS di Desa Sipayung akhir- akhir ini dalam se-hari melayani 269 layanan kesehatan dan pelayanan berlangsung hingga pukul 22.00," ujarnya.

Guna menambah pelayanan kesehatan di Desa Sipayung itu, Tim UNS juga mendapat dukungan dari para dokter yang juga alumnus UNS asal Jakarta. Akibat intensitas layanan kesehatan inibpula, kata Kuncoro, stok obat tim medis UNS di Desa Sipayung sempat menipis. Sehingga, dukungan obat- obatan kembali ditambah bersama dengan pengiriman tim gelombang II ini.

Tim medis UNS di Desa Sipayung juga mendapatkan dukungan obat- obatan melalui bantuan yang diberikan langsung oleh RS AL Mintohardjo, Jakarta.

"Saat persediaan obat di gelombang I sudah menipis. Kami juga bekerja sama dengan alumnus UNS, Kolonel Laut (K) dr Wiweka, MARS yang merupakan Direktur RS AL Mintohardjo," ujarnya.

Dengan diperpanjangnya masa tanggap darurat oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor selama 14 hari kedepan, Kuncoro berharap agar tim medis di UNS dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik.

"Sehingga kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terdampak bencana Di Desa Sipayung bisa tertangani hingga kondisi mereka mulai pulih dan stabil," kata Kuncoro.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA