Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Semesta Kebajikan Zakat

Sabtu 18 Jan 2020 22:26 WIB

Red: Bayu Hermawan

Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Dirut Baznas) Arifin Purwakananta

Direktur Utama Badan Amil Zakat Nasional (Dirut Baznas) Arifin Purwakananta

Foto: Dok Baznas
Baznas memasuki babak baru dalam pengelolaan zakat di tanah Air

Oleh: Mohamad Arifin Purwakananta, Direktur Utama BAZNAS RI

Diantara pembuatan kapal yang tidak dimaksudkan untuk semata mencari keduniawian adalah behtera Nabi Nuh a.s. Alih-alih membicarakan teknologi pembuatan kapal yang dapat mengelola logistik termodern di zamannya itu, Nabi Nuh as. ditugasi untuk mengajak ummatnya tunduk kepada Allah Yang Maha Penggenggam jagad raya ini mempercayai kerasulan Nabi Nuh a.s. dan mengikuti ajaran ketauhidan.

Nabi Nuh dan para pengikutnya pada akhirnya menjadi saksi atas kebenaran nubuwah. Maka bahtera Nabi Nuh berlayar dengan kekuatan keyakinan tauhid dan berjalan searah kepasrahan dan ketundukan Nabi Muh dan kaumnya kepada Rabb Semesta Alam.

Kapal Nabi Nuh tak semata dibuat untuk menghadapi badai dan bencana besar. Kapal ini dibuat untuk menjadi tempat terhimpunnya para kekasih Allah. Mereka yang hatinya terpaut kepada kecintaan kepada Allah. Mereka yg mengharap ampunan Allah atas dosa-dosanya dan terus mengharap kasih sayang Allah SWT

Kapal Nabi Nuh berlabuh tidak pada pelabuhan yang dituju. Karena yang mereka tuju adalah keridhoan Allah. Maka pada semua bumi tempat berlabuh, Nabi Nuh dan ummatnya mendapati kekuasaan Allah.

Kisah perjuangan Nabi Nuh dan Ummatnya memberlayari badai dan samudra ini menginspirasi para amil Baznas pada usianya ke 19 ini. Sebagai pemegang amanah pengelolaan zakat dan koordinasi zakat di tanah air, bersama-sama dengan gerakan zakat lainnya Baznas memasuki babak barunya.

Babak ini ditandai dengan kebangkitan pengelolaan zakat di tanah air oleh Baznas, dan dimulainya pengelolaan zakat sebesar dua digit dibilangan trilyun Rupiah di 2020 ini. Fase ini diberi nama sebagai fase tinggal landas pengelolaan zakat pada dokumen rencana strategis Baznas yg ditulis tahun 2016 yang lalu.

Maka semangat mengarungi badai samudra dengan bahtera Baznas ini menjadi penguat bagi segenap insan gerakan zakat di Baznas. Inilah Bahtera Baznas.

Bahtera ini bukan untuk mencari ikan dan harta lainnya, bahtera BAZNAS adalah juga sebuah kapal tauhid. Orang-orang didalamnya bukan bekerja untuk semata mencari ikan dan penghidupan namun orang orang yang terus belajar mengikuti arah mata angin iradhah Allah SWT.

Ia akan mengarungi semesta kehidupan. Benar bahwa bahtera ini akan melewati gelombang, menerjang badai, diancam karang, dicekam petir yang menyambar. Bahtera ini semata dilayarkan untuk menuju keridhoan Allah Azza wa Jalla. Tiada kegentaran, kecuali kekhawatiran berapa kurangnya syukur kepada Allah dan betapa tipisnya kesabaran para hambanya ini.

Ini adalah bahtera zakat. kita menaikinya untuk mengikis kesombongan dan ketamakan kita akan dunia. Memulai dari diri sendisi dan mengajak semesta menghujamkan ke dada ummat tentang ketaatan syariat zakat yang agung. Agar syariat zakat ini tegak disemua pulau, di kota-kota, di setiap sudut negeri, di setiap gang-gang kampung, di setiap dada kaum beriman.

Suatu hari bahtera ini pasti akan berlabuh. menjadi rahmat bagi semesta. Kebajikan yang berlipat lipat berkahnya tiada tara.

Selamat berjuang semua amil Baznas, dan juga semua amil Baznas daerah dan LAZ di seluruh Indonesia. Selamat mengarungi semesta kebajikan zakat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA