Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kamis, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 Februari 2020

Kemarin, Gunung Semeru Dua Kali Erupsi

Sabtu 18 Jan 2020 11:00 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Gunung Semeru mengalami dua kali erupsi pada Jumat (17/1).

Gunung Semeru mengalami dua kali erupsi pada Jumat (17/1).

Foto: Dok BB TNBTS
Gunung Semeru masih berstatus Waspada (Level III).

REPUBLIKA.CO.ID, LUMAJANG -- Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami dua kali erupsi pada Jumat (17/1). Letusan pertama terjadi pukul 05.53 WIB dan letusan kedua terjadi pukul 17.22 WIB, menurut pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Teramati dua kali letusan di Gunung Semeru dengan warna asap putih kelabu setinggi 400 meter pada pagi hari dan sorenya setinggi 600 meter yang condong ke arah utara," kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG Hendra Gunawan saat dihubungi dari Lumajang, Sabtu.

Erupsi pada Jumat (17/1) pagi terekam di seismogram berlangsung kurang lebih dua menit sembilan detik dengan amplitudo maksimum 25 mm. Tinggi kolom abunya sekitar 400 meter di atas puncak (sekitar 4.076 mdpl), menurut PVMBG.

"Sorenya erupsi terekam di seismogram beramplitudo maksimum 24 mm selama kurang lebih satu menit 39 detik dengan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak (4.276 mdpl) yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal yang condong ke arah utara," kata Hendra.

Íelama 24 jam pengamatan pada 17 Januari 2020, menurut Hendra, Gunung Semeru mengalami 23 kali gempa letusan dengan amplitudo 9-23 mm selama 23-221 detik dan  empat kali gempa guguran dengan amplitudo 3-9 mm selama 68-122 detik. Terpantau pula empat kali gempa embusan dengan amplitudo 3-8 mm, berdurasi 40-67 detik.

"Erupsi seperti itu di Gunung Semeru sering terjadi karena menandakan gunung api tersebut masih aktif," katanya.

Hendra mengungkapkan bahwa gunung setinggi 3.676 mdpl itu tidak mengalami peningkatan aktivitas dan statusnya masih Waspada (Leve lII). Dengan status tersebut, warga dan pendaki tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius satu kilometer dari puncak dan jalur sejauh empat kilometer di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan Jonggring Seloko sebagai alur luncuran awan panas.

"PVMBG merekomendasikan agar masyarakat dan pendaki mewaspadai gugurnya kubah lava di Kawah Jongring Seloko yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif Gunung Semeru," kata Hendra.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA