Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Thursday, 25 Zulqaidah 1441 / 16 July 2020

Antar Bantuan Kemanusiaan ke Idlib, Fauzi Baadila Terhenyak

Sabtu 18 Jan 2020 09:10 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Aktor Fauzi Baadila ikut mengantar bantuan kemanusiaan ke Idlib, Suriah bersama ACT. Dia terhenyak begitu melihat pesawat menjatuhkan bom di Idlib.

Aktor Fauzi Baadila ikut mengantar bantuan kemanusiaan ke Idlib, Suriah bersama ACT. Dia terhenyak begitu melihat pesawat menjatuhkan bom di Idlib.

Foto: Republika/Shelbi Asrianti
Aktor Fauzi Baadila ikut mengantar bantuan kemanusiaan ke Idlib, Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aktor Fauzi Baadilla mengaku terhenyak melihat bom yang dijatuhkan dari pesawat di Idlib, Suriah. Ia menyaksikannya dengan mata sendiri saat mengantarkan bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia.

"Perasaannya berantakan, terlalu panjang untuk diceritakan. Berkecamuk perasaannya," ujar Fauzi dalam sambungan telepon dari Jakarta, Jumat.

Fauzi sedang berada di Suriah untuk mengantarkan bantuan makanan dan perlengkapan musim dingin dari masyarakat Indonesia. Bantuan tersebut disalurkan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT).

"Mereka sangat berterima kasih kepada masyarakat Indonesia dan mendoakan masyarakat Indonesia yang telah membantu mereka," kata aktor kelahiran Kairo, 25 September 1979 ini.

Fauzi mengatakan, ada pengalaman yang tak terlupakan saat di Idlib. Ia menceritakan, ada seorang lelaki setempat yang memegang kepalanya dan mengarahkannya ke langit. Saat itu, Fauzi melihat pesawat menjatuhkan empat bom.

"Saya merasa otak dan badan mengalami malfungsi. Saya tak henti-hentinya mengucapkan syahadat. Beruntung kami masuk mobil, dan pergi ke arah perbukitan," kata aktor Mengejar Matahari dan 212: The Power of Love.

Keesokan harinya, Fauzi berangkat ke tempat tenda penghafal Al Quran untuk memberikan bantuan. Sepanjang malam pula, ia mendengarkan desingan peluru.

Dewan Pembina Aksi Cepat Tanggap, Syuhelmaidi Syukur, mengatakan bahwa serangan terus terjadi di beberapa kawasan di Idlib. Padahal, sudah ada kesepakatan gencatan senjata pada 12 Januari antara Turki dan Rusia dalam konflik sembilan tahun Suriah.

"Kami ingin kembali mengajak kesadaran umat bahwa pentingnya kita membantu saudara-saudara kita di Suriah. Apabila ada golongan maupun kelompok-kelompok yang berselisih, sudah kewajiban kita sebagai orang beriman untuk membantu atau mendamaikan mereka dengan cara-cara yang adil tanpa memihak salah satu golongan. Kami berikhtiar melalui program-program kemanusiaan kami," kata Syuhelmaidi.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA