Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Tahun ini Semarang Siapkan E-Book Gratis untuk Milenial

Sabtu 18 Jan 2020 05:54 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Gita Amanda

Mulai tahun 2020 ini, Dinas Arpus Kabupaten Semarang melakukan inovasi dengan membuat e-book gratis untuk mendongkrak minat baca di kalangan generasi muda. Foto siswa memilih buku elektronik yang dipinjam melalui telepon pintar, (ilustrasi).

Mulai tahun 2020 ini, Dinas Arpus Kabupaten Semarang melakukan inovasi dengan membuat e-book gratis untuk mendongkrak minat baca di kalangan generasi muda. Foto siswa memilih buku elektronik yang dipinjam melalui telepon pintar, (ilustrasi).

Foto: Antara/Aloysius Jarot Nugroho
Ini merupakan kiat guna mendorong minat baca warga milenial

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Semarang punya kiat guna mendorong minat baca warga milenial yang ada di daerahnya.

Baca Juga

Mulai tahun 2020 ini, Dinas Arpus Kabupaten Semarang melakukan inovasi dengan membuat e-book gratis untuk mendongkrak minat baca di kalangan generasi muda.

“Buku elektronik ini akan dapat diakses oleh warga terutama generasi muda lewat gawai yang dimiliki dan tidak berbayar," kata Kepala Dinas Arpus Kabupaten Semarang, Hendy Lestari, Jumat (17/1).

Secara bertahap, katanya, layanan e-book tersebut bakal ditingkatkan jumlah judulnya, dalam rabgka memenuhi kebutuhan baca kaum muda.

Lebih jauh Hendy juga menjelaskan, inovasi e-book tersebut diwujudkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk meningkatkan indeks minat baca generasi milenial. Diharapkan nantinya mereka dapat membaca berbagai narasi digital di mana saja dan kapan saja cukup melalui gawai yang sudah menjadi perangkat penunjang aktifitasnya.

"Sehingga, bagi mereka yang tidak ingin terikat pada satu tempat untuk membaca, akan bisa memanfaatkan inovasi e-book ini," tegasnya.

Sehubungan dengan inovasi e-book ini, Hendy juga menegaskan, Dinas Arpus tidak mengkhawatirkan jika peran perpustakaan bakal semakin berkurang. Sebab terkait dengan peningkatan fungsi perpustakaan sebagai pusat inklusi sosial, selama ini telah dijalin kerja sama dengan berbagai instansi.

Di antaranya, memberikan pelatihan ketrampilan kepada warga binaan lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Ambarawa yang sudah menjalani masa asimilasi (akan bebas).

Selain itu juga kerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Semarang, melalui kegiatan penguatan kapasitas dengan pelatihan ketrampilan merajut.

"Dengan begitu, perpustakaan tidak hanya akan menjadi tempat untuk membaca saja, namun juga akan menjadi pusat pelatihan lifeskill," tambahnya.

Staf ahli Bupati Semarang bidang kemasyarakatan dan SDM, Yusuf Ismail menambahkan, Pemkab Semarang juga berkomitmen memperkuat fungsi perpustakaan hingga ke tingkat desa.

"Penguatan fungsi yang dimaksud tidak hanya dalam bentuk pemberian bantuan buku kepada perpustakaan desa, namun juga dalam bentuk pembinaan pengelolaan," jelasnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA