Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Perbankan Islam Disebut Bakal Mainkan Peran Besar

Jumat 17 Jan 2020 22:45 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil

Perbankan Islam Disebut Bakal Mainkan Peran Besar. Foto: Ekonomi syariah (ilustrasi)

Perbankan Islam Disebut Bakal Mainkan Peran Besar. Foto: Ekonomi syariah (ilustrasi)

Foto: Islamitijara.com
Perbankan Islam dan akan terus menjadi pusat global untuk keuangan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Randstad Malaysia dalam Outlook Pasar Tenaga Kerja 2020 mengemukakan bahwa sektor teknologi dan perbankan Islam diperkirakan akan memainkan peran besar dalam perekonomian lokal tahun ini. Laporan itu menyatakan, bahwa Malaysia telah diposisikan sebagai pusat keunggulan untuk perbankan Islam dan akan terus menjadi pusat global untuk keuangan Islam tahun ini.

"Sebuah industri yang sebagian besar didorong oleh investasi asing langsung, panggung perbankan Islam di Malaysia telah diidentifikasi sebagai fokus utama dan industri pertumbuhan tinggi oleh pemerintah Malaysia juga," demikian pernyataan dalam laporan itu, seperti dilansir di Pakistan Observer, Jumat (17/1).

Laporan itu selanjutnya mengatakan, bahwa industri teknologi akan menjadi pendorong utama perekonomian Malaysia pada tahun baru ini. Randstad menyebut, Malaysia terus menjadi tempat pementasan yang diinginkan untuk pusat layanan bersama. Selain itu, dikatakan bahwa Malaysia juga akan bersaing dengan pasar lain seperti India untuk menarik perusahaan guna membangun pusat operasi besar mereka dan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan di Malaysia.

"Dengan pembicaraan tentang penerapan jaringan 5G, teknologi akan terus menjadi pusat perhatian dalam pengembangan di Malaysia pada 2020," kata laporan itu.

Sementara itu, diharapkan lebih banyak perusahaan yang memanfaatkan hibah pemerintah dan potongan pajak untuk membangun budaya yang mendorong dan menggerakkan inovasi. Menurut Randstad, banyak pemimpin bisnis yang melirik teknologi untuk memandu mereka dalam mengarahkan proyek transformasi digital untuk mencapai efisiensi dan tetap kompetitif.

Hasilnya, banyak yang telah mempercayakan kepada kepala petugas inovasi dan kepala kantor teknologi dengan anggaran yang lebih besar untuk mengoptimalkan efisiensi dan menghasilkan pendapatan.

Namun demikian, meskipun ada peningkatan minat terhadap industri ini, Ranstad mengatakan masih ada kekurangan dalam kemampuan dan keterampilan di pasar tenaga kerja untuk industri teknologi tersebut. untuk meningkatkan penghematan biaya dari pertukaran mata uang, perusahaan multinasional sebenarnya lebih suka untuk mempekerjakan jumlah karyawan regional mereka dari Malaysia.

Baca Juga

Akan tetapi, tenaga kerja lokal bagaimanapun berjuang dalam persaingan dengan permintaan dan harapan yang tinggi untuk mendapatkan pekerja yang terampil.

"Akibatnya, perusahaan akhirnya merekrut bakat dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja mereka karena ketidakcocokan keterampilan lokal, dari pekerja kerah biru hingga spesialis dengan keahlian khusus," kata perusahaan dalam laporan itu.

Selanjutnya, laporan itu juga mengatakan bahwa isu 'brain drain' atau aksi sumber daya manusia terdidik yang memilih meniti karir di negara lain akan bertahan tahun ini. Sebabnya, sumber daya dengan talenta tinggi cenderung mengejar peluang di luar negeri. Selain itu, disebutkan bahwa sektor manufaktur dan jasa akan tetap tanggu dengan sedikit pertumbuhan yang diproyeksikan untuk tahun ini.

"Namun, sektor pertanian, yang pernah menjadi tulang punggung perekonomian Malaysia, diperkirakan akan melambat. Ini terjadi ketika pendapatan dari industri kelapa sawit mandek di samping kontraksi di industri perikanan," tambahnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA