Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

PDIP Bertemu GP Ansor Bahas Haluan Negara

Jumat 17 Jan 2020 13:11 WIB

Rep: Ali Mansur & Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Sekjen PDIP bertemu dengan Ketua GP Anshor untuk bahas soal haluan negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jendral Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menggelar pertemuan tertutup dengan Ketua GP Anshor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut. Hasto mengaku telah menyampaikan dan berdiskusi bersama GP Anshor berkenaan dengan haluan negara.

Pertemuan dilakukan usai PDIP menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) I di JIExpo pada 10 hingga 12 Januari lalu. Hasto mengungkapkan, salah satu poin dalam rakernas itu yakni PDIP mendorong sebuah konsep haluan negara yang berakar dari kepribadian bangsa serta seluruh sejarah peradaban nasional.

"Intinya seluruh gerakan Indonesia Maju harus berbasis penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dimana ini relevan bagi anak muda. Maka itu kami sampaikan ke GP Ansor," kata Hasto Kristiyanto.

Menurut Hasto, hal itu sejalan dengan pesan dari Proklamator RI Bung Karno. Dia mengungkapkan, presiden pertama RI itu pernah mengatakan bahwa Islam dan rakyat Indoneska harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengejar ketertinggalan.

Lebih jauh, Hasto mengatakan, PDIP dan GP Anshor juga akan melakukan kerjasama dalam hal kaderisasi kepemimpinan dan kaderisasi bersama. Mantan sekretaris tim pemenangan Presiden Joko Widodo ini berpendapat bahwa tulang punggung bangsa ke depan adalah kaum muda Indonesia.

Gus Yaqut menyatakan terus terang GP Anshor menerima banyak ilmu lewat pertemuan dengan PDIP, khususnya mengenai kebangsaan dan peradaban. Dia mengatakan, GP Anshor mendapat inspirasi untuk membangun kembali peradaban Indonesia yang dulu pernah maju.

Dia mengakui bahwa kebersamaan PDIP dengan NU bukanlah isapan jempol. Dia mengatakan, keduanya seakan selalu diikat oleh rasa senasib sepenanggungan yang kuat. Sambung dia, kelompok Nasionalis dan NU selalu menghadapi ancaman dari kelompok-kelompok yang tidak memiliki jejak sejarah bangsa ini.

"Ini menjadi penguatan komitmen agar itu tak terjadi. Kamj rasakan betul itu. Selama ini Islam dibenturkan dengan Pancasila dan kami sepakat menyelesaikan ini lewat kerja bersama," kata Yaqut.

Kedatangan Hasto Kristiyanto ke kantor GP Ansor didampingi sejumlah kader PDIP yang berasal dari unsur NU seperti Gus Nabil Haroen dan Sekjen Bamusi Falah Amru. Mereka diterima oleh jajaran GP Ansor yang dipimpin Ketuanya Gus Yaqut Cholil Qoumas.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA