Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Waspada, Order Fiktif Gojek Masih Memakan Korban

Jumat 17 Jan 2020 08:57 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda

Aplikasi Gojek.

Aplikasi Gojek.

Foto: gojek.com
Order fiktif Gojek mulai terjadi sejak dua hingga tahun belakangan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kasus order fiktif terkait penggunaan aplikasi ojek online (ojol) terus memakan korban, baik pelanggan maupun pengemudi. Menurut Gojek, order fiktif baru terjadi dua hingga tiga tahun belakangan.

Baca Juga

"Kita minta tolong semua pihak (termasuk media) bantu memberikan edukasi ke masyarakat,” ujar Chief Corporate Affairs Gojek, Nila Marita, dalam peluncurna empat fitur GoFood baru di Pasific Place, Jakarta, Kamis (16/1).

Nila menyerukan agar konsumen maupun pengemudi ojol untuk selalu waspada dan berhati-hati. Terlebih, metode yang digunakan penipu semakin hari semakin aneh.

"Yang dilakukan adalah manipulasi psikologis, persis seperti kasus "mama minta pulsa" yang dulu juga sempat heboh," kata Nila.

Pelanggan maupun driver, menurut Nila, harus memerhatikan tiap pesan yang masuk. Ia mengingatkan agar kedua belah pihak tak memberikan informasi-informasi pribadi.

"Karena ketika kita masuk dalam pengaruh narasi-narasi tertentu, secara tidak sadar pasti akan mengikuti, jadi sebisa mungkin dicegah," ujar Nila.

Gojek, menurut Nila, terus melakukan pembaruan sistem dan memberlakukan standard operating procedure (SOP) yang semakin rigid. Di lain sisi, ia mengatakan, edukasi terhadap pelanggan dan mitra pengemudi penting untuk terus dilakukan.

"GoJek menganjurkan untuk tidak sharing akun dengan siapapun, apalagi membagi kode one time password (OTP) atau pin, termasuk informasi rahasia lain, seperti nomor KTP, nomor rekening bank, dan lainnya," ucap Nila.

Lebih lanjut, Nila mengingatkan agar pelanggan tak melakukan transaksi apapun di luar GoJek. Andaikan ada instruksi mencurigakan atau meragukan, lebih baik segera batalkan pesanan atau langsung telepon ke pihak GoJek.

"Sembilan tahun lebih membantu masyarakat Indonesia dalam bertransaksi, GoJek selalu ingin berikan terbaik dan ada empat hal yang selalu fokus dikerjakan, yakni peningkatan kepuasan pelanggan, penyelarasan pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis, menjadi perusahaan global, dan GoJek ingin menjadi tempat bekerja dengan standar kelas dunia," tutur Nila.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA