Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Saturday, 13 Rabiul Akhir 1442 / 28 November 2020

Laba Emiten Positif, Wall Street Cetak Rekor Baru

Jumat 17 Jan 2020 06:59 WIB

Red: Friska Yolanda

Wall Street (ilustrasi). Wall Street menguat ke rekor tertinggi baru dengan S&P 500 menembus angka 3.300 untuk pertama kalinya pada akhir perdagangan Kamis (16/1).

Wall Street (ilustrasi). Wall Street menguat ke rekor tertinggi baru dengan S&P 500 menembus angka 3.300 untuk pertama kalinya pada akhir perdagangan Kamis (16/1).

Foto: VOA
Ketiga indikator utama bursa AS berakhir pada rekor tertinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wall Street menguat ke rekor tertinggi baru dengan S&P 500 menembus angka 3.300 untuk pertama kalinya pada akhir perdagangan Kamis (16/1). Kenaikan ini didorong oleh serangkaian laporan laba perusahaan dan data ekonomi yang kuat.

Ketiga indikator utama bursa berakhir pada rekor tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 267,42 poin atau 0,92 persen, menjadi ditutup pada 29.297,64.

Indeks S&P 500 bertambah 27,52 poin atau 0,84 persen, menjadi berakhir di 3.316,81. Indeks Nasdaq ditutup menguat 98,44 poin atau 1,06 persen, menjadi 9.357,13.

Baca Juga

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor teknologi terangkat 1,4 persen, melampaui sektor-sektor lainnya. Morgan Stanley melonjak 6,6 persen memimpin saham-saham S&P 500 setelah laba kuartalannya lebih baik dari perkiraan dan meningkatkan prospek kinerjanya, mengalahkan beberapa perolehan laba pemberi pinjaman besar AS lainnya yang juga berkinerja kuat.

Sejauh ini, sekitar tujuh persen perusahaan-perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba kuartalan mereka, menurut CNBC, mengutip data Fact Set. Dari perusahaan-perusahaan itu, 76,5 persen telah membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan.
Sentimen lebih lanjut terangkat oleh data yang menunjukkan penjualan ritel AS naik 0,3 persen pada Desember, sejalan dengan perkiraan para ekonom.

Angka-angka ritel menunjukkan ekonomi AS mempertahankan laju pertumbuhan moderat pada akhir 2019 dan meredakan kekhawatiran tentang kesehatan sektor ini setelah laporan penjualan liburan yang mengecewakan dari Target Corp dan JCPenney Co Inc.

"Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, muncul di 204.000, turun 10.000 dari tingkat yang tidak direvisi minggu sebelumnya," tulis Departemen Tenaga Kerja pada Kamis (16/1). 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA