Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Penjelasan Rasulullah SAW Soal Bahaya Penumpukan Dosa

Kamis 16 Jan 2020 23:53 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak menumpuk dosa semasa hidup. Beribadah (ilustrasi)

Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak menumpuk dosa semasa hidup. Beribadah (ilustrasi)

Foto: Ajit Solanki/AP
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak menumpuk dosa.

REPUBLIKA.CO.ID, Suatu hari, selepas Perang Hunain, Rasulullah SAW bersama sahabatnya singgah di suatu tempat yang sangat tandus. Ketika itu Rasulullah SAW memerintahkan para sahabatnya mengumpulkan apa saja yang ada di sekeliling mereka. Dengan segera para sahabat mencari benda-benda di sekeliling mereka, mulai dari ranting kayu, tulang belulang, hingga rontokan gigi hewan. Dalam waktu sekejap mereka berhasil menghimpun barang-barang tersebut sampai menumpak menjadi tumpukan besar.

Baca Juga

Rasulullah SAW melihat tumpukan besar itu, kemudian beliau bersabda, ''Apakah kalian melihat benda-benda ini? Ketahuilah, ia sama halnya dengan dosa-dosa yang terkumpul pada diri seseorang di antara kalian. Oleh karena itu, hendaknya seorang Muslim takut kepada Allah. Janganlah berbuat dosa, baik kecil maupun besar karena semuanya akan dihitung dan diminta pertanggungjawabannya.''

Demikianlah bagaimana Rasulullah menggambarkan pandangan kebanyakan kita terhadap dosa. Di mana acap kali kita meremehkan dosa, khususnya dosa-dosa kecil. Beliau menyetarakan peremehan kita terhadap dosa dengan peremehan kita terhadap barang-barang tidak terpakai dan remeh, semisal tulang belulang, ranting kayu, dan rontokan gigi hewan. Lalu Nabi SAW menggambarkan bagaimana hakekat dosa atau pertumbuhan dosa itu.

Menurut beliau, dosa kecil yang terus dilakukan akan bertumbuh ruah bagai tumpukan besar seperti gunung, sehingga memerlukan usaha ekstrakuat untuk menyingkirkannya. Tumpukan dosa ibarat kobaran api. Kobaran api itu awalnya hanyalah berupa percikan api. Ia menjadi kobaran hebat jika dibiarkan, tidak dipadamkan. Percikan api lebih mudah dipadamkan daripada ketika telah menjadi kobaran hebat.

Demikian halnya dosa kecil, ketika masih sedikit lebih mudah dihapuskan daripada ketika telah menjadi tumpukan besar dosa. Oleh karena itu, terapi yang Rasulullah SAW ajarkan pada kita sebagai pengikutnya adalah agar kita sedapat mungkin menjauhi dosa kecil, apalagi dosa besar. Jika kita telah melakukan dosa sekecil apa pun, beliau mengajarkan agar kita bertobat atasnya, kemudian mengikutinya dengan amalan kebaikan yang dapat menghapuskannya.

Seperti disinyalir dalam sabdanya, ''Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada, dan ikutilah setiap kejelekan dengan kebaikan yang dapat menghapuskannya.'' (HR Muslim) Insyaallah dengan kewaspadaan kita untuk tidak melakukan dosa sekecil apa pun, kita akan selamat ketika diminta pertanggungjawaban kelak.

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA