Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Jumat, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 Februari 2020

Pemkot Bandung Masih Kaji Kantong Plastik Rp 5.000

Kamis 16 Jan 2020 22:43 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nora Azizah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menaikkan harga kantong plastik berbayar di ritel-ritel dari Rp 200 menjadi Rp 3.000 hingga Rp 5.000 pada 2020 (Ilustrasi belanja pakai kantong plastik)

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menaikkan harga kantong plastik berbayar di ritel-ritel dari Rp 200 menjadi Rp 3.000 hingga Rp 5.000 pada 2020 (Ilustrasi belanja pakai kantong plastik)

Foto: Thoudy Badai_Republika
Rekomendasi harga kantong plastik Rp 5.000 masih didiskusikan dengan banyak pihak.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana menaikkan harga kantong plastik berbayar di ritel-ritel dari Rp 200 menjadi Rp 3.000 hingga Rp 5.000 pada 2020. Namun, rencana tersebut saat ini masih dalam tahap kajian, termasuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Kamalia Purbani, mengatakan, harga kantong plastik yang sudah diterapkan saat ini di ritel-ritel sebesar Rp 200. Ia mengklaim dengan kebijakan tersebut mendorong pengurangan penggunaan kantong plastik hingga 42 persen.

"Untuk mendorong pengurangan (kantong plastik) yang lebih signifikan, harus ada penyesuaian harga kantong plastik yang diterapkan. Dinas merekomendasikan minimal harga Rp 500 dan Rp 1,000," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (16/1).

Menurutnya, harga minimal Rp 500 untuk kantong plastik tipis yang ada di minimarket, supermarket, dan pasar tradisional. Sedangkan harga minimal Rp 1,000 untuk kantong plastik belanja dengan ukuran lebih tebal di department store dan pertokoan busana lainnya.

"Kita melihat efektivitas Rp 200 tidak berpengaruh dan kemungkinan antara Rp 500 sampai Rp 1000. Kalau terlalu kecil orang bilang Rp 200 gak dilirik, gak efektif. Kita akan finalisasi dalam waktu dekat untuk menetapkan dua hal tadi," ungkapnya.

Sejak 2019, ia mengatakan pihaknya melakukan survei dan jajak pendapat bekerjasama salah satu radio swasta di Bandung tentang harga yang pantas untuk kantong plastik berbayar. Menurutnya, terdapat warga yang merekomendasikan harga hingga Rp 3.000-Rp 5.000 agar warga terdorong membawa tas belanja sendiri.

"Rekomendasi ini masih dalam tahap diskusi dengan pelaku usaha (pertokoan dan pasar tradisional) dan Wali Kota Bandung," katanya.

Menurutnya, Wali Kota Bandung meminta untuk dikaji sebab khawatir terdapat masyarakat yang tidak terepresentasikan dari hasil survei yang dilakukan. Terkait kapan kebijakan tersebut akan dimulai pihaknya masih akan berdialog terlebih dahulu dengan asosiasi ritel.

Kamalia mengatakan, pihaknya tengah melakukan pendataan pada pelaku usaha untuk menghitung target pengurangan di akhir tahun 2020 minimal 10 persen dari penggunaan kantong plastik tahun 2019. Menurutnya, data tersebut menjadi bukti kuat untuk pemberian insentif dan disinsentif kepada pelaku usaha.

"Rencana mau ketemu asosiasi ritel terkait dengan kapan mau mulai. Untuk harga di perangkat daerah kita ajak diskusi, berapa nih, kalau jajak pendapat udah. Saya harus mengkaji secara komperhensif bahas ini dengan tim kebijakan publik Wali Kota Bandung," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA