Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Friday, 17 Sya'ban 1441 / 10 April 2020

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Jabar Capai 66 Juta Orang

Kamis 16 Jan 2020 18:00 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Muhammad Hafil

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Jabar Capai 66 Juta Orang. Ilustrasi: Foto udara jasa angkutan perahu wisata bersandar di Pesisir Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (1/1)

Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Jabar Capai 66 Juta Orang. Ilustrasi: Foto udara jasa angkutan perahu wisata bersandar di Pesisir Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (1/1)

Foto: Adeng Bustomi/Antara
Industri pariwisata di Jabar bisa disesuaikan dengan kondisi alam,

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG --Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat berkomitmen menjadikan sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi masa depan. Sejumlah upaya dan program pun digagas Pemda Provinsi Jabar guna mewujudkannya.

Menurut Gubernur Jabar, Ridwan Kamil, hingga akhir 2019 jumlah wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke Jabar sekira 66 juta wisatawan.

“Dan tahun lalu kami dianugerahi oleh konsumen sebagai destinasi wisatawan halal terfavorit di seluruh Indonesia mengalahkan provinsi-provinsi lain,” ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil dalam Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) XIII Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jabar di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu malam (15/1).

Emil mengatakan, Pemprov Jabar serius untuk membuktikan Jawa Barat harus menjadi destinasi pariwisata yang semakin baik dan keren. “Dan menjadikan Jawa Barat juara pariwisata adalah yang pertama yang harus dipahami adalah definisinya. Akhirnya saya menemukan definisi versi saya,” katanya.

Menurut Emil, pariwisata adalah bisnis kebahagiaan. Industri pariwisata diciptakan untuk menarik orang  berkunjung. Apalagi, Jabar memiliki panorama dan kondisi alam yang indah.

“Orang mau bahagia dia mau keluar duit. Bahagia dengan shoping maka ada pariwisata shoping, bahagianya melihat festival maka dia mau jauh-jauh datang menonton festival (misalnya) ke Rio (Brazil), ke Jember, Bandung, dan lainnya,” paparnya.

Menurut Emil, kalau yang disasar bahagianya spiritualitasnya maka wisatanya umrah atau wisata kunjungan. "Dia bahagianya event musik, maka dia datang ke konser-konser musik. Jadi, definisi pariwisata itu,” katanya.

Oleh karena itu, kata Emil, harus dicari jenis kebahagiaan seperti apa yang bisa membuat orang mau datang ke Jawa Barat. Nantinya, industri pariwisata di Jabar bisa disesuaikan dengan kondisi alam dan budaya di setiap daerah.

“Jawa Barat mau memilih bisnis kebahagiaan seperti apa? Ya kita mencari ridho Allah SWT, maka kita pilih bisnis-bisnis kebahagiaan atau pariwisata yang sesuai adat, budaya, syariat agama, supaya kita berkah,” katanya.

Dalam 12 bulan terkahir, menurut Emil, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk memajukan dunia pariwisata Jabar. Salah satunya mendorong setiap kabupaten/kota untuk memiliki destinasi wisata unggulan, seperti Kabupaten Pangandaran dengan Pantai Barat dan Timurnya.

“Kami melakukan banyak hal, salah satunya adalah satu destinasi wisata di setiap kabupaten/kota akan kami perbaiki. Seperti wajah baru pantai di Pangandaran,” katanya.

Selain itu, kata dia, ia akan maksimalkan jalur kereta api, tinggal satu ronde lagi dari Banjar ke Pangandaran. "Jakarta ke Banjar-nya sudah, Banjar-Pangandaran-nya sedang berproses. Jadi, pariwisata adalah lokomotif ekonomi Jawa Barat ini kami buktikan dengan keberpihakan anggaran dan program-program,” katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA