Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Monday, 9 Syawwal 1441 / 01 June 2020

Wahyu Sebut Ada Makelar, Ini Respons Ketua KPU

Kamis 16 Jan 2020 13:43 WIB

Rep: Mimi Kartika/ Red: Teguh Firmansyah

Komisioner KPU Wahyu Setiawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1).

Komisioner KPU Wahyu Setiawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (15/1).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Wahyu menyebut banyak pihak berkepentingan terkait PAW anggota DPR.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menanggapi pernyataan Wahyu Setiawan yang mengaku telah menginformasikan adanya makelar pergantian antarwaktu (PAW) politikus PDI Perjuangan (PDIP) kepada dirinya.

Baca Juga

Arief mengaku lupa istilah yang digunakan Wahyu. Selain itu, Wahyu tidak spesifik menyampaikan detail makelar yang disampaikan dalam persidangan di DKPP.

"Sebetulnya kan hal spesifik nggak disampaikan gitu ya, secara umum dia mengatakan ini banyak anu lah, apa ya saya lupa juga istilahnya apa dia ya, apakah makelaran atau yang lainnya saya enggak mengingatkan tentu ya setiap setiap kalimat," ujar Arief di kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (16/1).

Akan tetapi, kata Arief, Wahyu mengatakan banyak pihak yang berkepentingan terkait PAW anggota DPR.

Wahyu dalam persidangan di DKPP kemarin, menyebutkan ketiga orang yang dimaksud berperilaku makelar adalah mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan advokat Doni Tri Istiqomah. Mereka merupakan utusan PDI Perjuangan yang menemui Wahyu meminta memuluskan PAW Riezky Aprilia untuk Harun Masiku sebagai anggota DPR RI periode 2019-2024.

Wahyu mengaku telah menyampaikan kepada Ketua KPU RI Arief Budiman dan Komisioner KPU Evi Novida Manik selaku Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Logistik terkait praktik makelar itu. Ia meminta KPU segera mengeluarkan surat penolakan permintaan PDI Perjuangan.

Namun, kata Arief, Wahyu tak pernah menyampaikan substansi persoalan . Ini karena KPU pun sudah memutuskan menolak permintaan PAW politikus PDI Perjuangan karena tak sesuai undang-undang. Menurut Arief, Wahyu hanya menyampaikan agar dirinya segera menjawab surat PDI Perjuangan.

"Kalau substansinya kan dia tidak pernah mempersoalkan, yang dia sampaikan pada saya yang penting dijawab secepatnya, nah kita ini dalam akhir tahun itu kan banyak sekali kegiatan, makanya menjawabnya kemudian agak lambat," tutur Arief.

Ia menambahkan, tak pernah ada dalam pikirannya terkait praktik makelar. Sebab, tak ada orang yang mencoba menekannya. Arief hanya menegaskan siapa pun yang berkirim surat ke KPU akan dijawab sebagaimana mestinya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA